Pertanian

Dinilai Lebih Menguntungkan, Pengusaha Jenitri di Kebumen Beralih ke Budidaya Porang

6296
×

Dinilai Lebih Menguntungkan, Pengusaha Jenitri di Kebumen Beralih ke Budidaya Porang

Sebarkan artikel ini
K24

ALIAN, Kebumen24.com –  Masyarakat khususnya para petani di kebumen kini mulai memanfaatkan ladangnya dengan membudidaya tanaman Porang atau disebut dengan nama ilmiahnya yakni Amorphophallus muelleri. Tanaman jenis umbi-ugmbian ini, dipilih para petani karena dinilai memiliki harga pasaran yang lumayan tinggi dan cara penanamanya pun cukup mudah.

 

Seperti yang dilakukan Puji Tato (41) warga Desa Kewedusan Kecamatan Kebumen. Pria yang dulunya merupakan seorang  pengusaha jenitri ini, kini mulai mengambangkan tanaman porang dilahan seluas kurang lebih 2 hektar di Dukuh Pager Kemiri Desa Krakal Kecamatan Alian. Tak tanggung tanggung, tanaman yang lebih dikenal masyarakat dengan nama badur ini sudah ia tanam sekitar 60 ribu batang.

 

Saat ditemui Minggu 17 Januari 2021 Puji mengaku awal mengenal tanaman porang ini dari seorang pembudidaya porang yang sukses bernama Paidi, warga asal Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, pada tahun 2014 lalu. Saat itu Puji diajak untuk mengembangkan tanaman porang, namun karna masih fokus dengan bisnis jenetri, ia pun belum begitu tertarik dan tetap memilih pada usaha jenitrinya.

 

Seiring waktu berjalan, pasaran jenitri pun melemah, belum lagi ditambah dengan adanya pandemi covid 19 yang menyebabkan dunia pasar jenitri semakin terpuruk. Dari situ, puji mulai berfikir dan kemudian memilih untuk mulai mengembangkan tanaman porang. Meski begitu, ia pun tidak sendiri, melainkan bekerjasama dengan salah seorang pengasuh pondok pesantren Alhasani Alian bernama Gus Lukman.

 

‘’ Awal saya mengenal Porang ini, sebenarnya sudah dari tahun 2014 lalu dikenalkan oleh seorang petani porang sukses bernama Paidi dari madiun. Tapi karna saat itu saya masih fokus pada bisnis jentri akhirnya baru terealisasi tahun 2020,’’ungkapnya,

 

Menurut Puji, budidaya porang ini dinilai lebih mudah dan terlalu merepotkan waktu. Bibit dari magelang, Dimana proses penanamannya hanya dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan dan kemudian bisa dipanen. Sedangkan untuk jenis bibitnya bervariasi dan juga mudah didapat. Yakni dari Kabupaten Magelang, Temanggung dan Madiun, dengan harga kisaran 250 hingga 300 ribu perkilogramnya.

 

‘’ Bibit kita beli ada yang isi 150 biji, ada yang 400, da nada juga yang hanya isinya 1 biji, beda beda tergantung jenias bibitnya,’’ujarnya.

 

Terkait harga pemasaran, Puji mengatakan, pabrik biasanya mulai buka harga setelah masa musim penghujan atau sekitar bulan April. Adapun untuk harga, biasanya sekitar 12 ribu rupiah perkilogramnya. Meski begitu dirinya mengaku pada tahun ini belum berencana panen karna masih tahap pengembangan, dengan harapan ditahun depan bisa memperoleh hasil panen yang banyak.

 

 ‘’ Pabrik biasanya mulai buka setelah musim hujan. Yakni sekitar mulai bulan April. Tapi kita rencananya panen tahun depan mas biar banyak sekalian hasilnya,’’imbuh Puji yang merupakan salah satu anggota  Santri Fajim itu.

 

Lebih jauh Puji menjelaskan, tanaman porang kini menjadi pilihan alternatif para petani di Kebumen. Porang merupakan salah satu tanaman jenis umbi-umbian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sebab termasuk komoditi ekspor ke beberapa negara di benua Asia, seperti di Jepang, Tiongkok, Vietnam, China, Taiwan, Korea, Turki, Pakistan dan Australia. Untuk itu dirinya berharap kepada pemerintah lebih peduli dan perhatian dengan para petani porang, agar nantinya kedepan porang bisa menjadi salah satu hasil produk unggulan petani di Kabupaten Kebumen.

 

‘’ Saya berharap Pemkab Kebumen bisa lebih peduli dan mendukung petani porang di Kebumen seperti di daerah daerah lainya. Sehingga kedepan porang bisa menjadi produk tani unggulan di Kabupaten Kebumen,’’harapnya.(K24/THR).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com