PERISTIWAPertanian

Himpunan Nelayan Ancam Tangguhkan PAD Kebumen

1527
×

Himpunan Nelayan Ancam Tangguhkan PAD Kebumen

Sebarkan artikel ini
K24

KEBUMEN, Kebumen24.com – Luapan emosi para nelayan di Kabupaten Kebumen tak lagi terbendung. Nelayan mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah untuk para nelayan tangkap Kebumen. Nelayan pun mengancam akan menangguhkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kebumen sektor perikanan jika tidak kunjung diperhatikan.

 

Kegeraman nelayan tangkap tersebut tidak terlepas adanya kerusakan 19 perahu akibat gelombang pasang baru-baru ini. Tidak ada bantuan pemerintah yang diterima oleh padahal nelayan sudah menyampaikan kejadian ke sejumlah OPD Kebumen. Hanya bantuan swadaya melalui rukun nelayan untuk korban kerusakan perahu.

 

Hal tersebut terungkap saat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen mendatangi DPRD Kebumen, Rabu (6/1/2021). Pengurus HNSI ditemui Wakil Ketua DPRD Fuad Wahyudi dan Anggota DPRD H Saman Halim Nurrohman dan Miftahul Ulum. Turut hadir tenaga ahli fraksi, Fuad Habib.

 

Ketua HNSI Kebumen Bejo Priyono, mengatakan 19 perahu nelayan rusak akibat gelombang pasang kemarin. Ia menyebut, salah satu penyebab utamanya yakni sempitnya area parkir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangduwur dan Argopeni. Perahu nelayan terpaksa berdesak-desakan saat bersandar di tepi pantai dan mudah rusak jika ada gelombang pasang.

 

“Kami berharap pemerintah memperluas tempat parkir perahu sehingga kejadian ini tidak terulang,” katanya.

 

Bejo menjelaskan, TPI Karangduwur membutuhkan luasan parkir yang mencukupi 1.000 perahu sedangkan TPU Argopeni cukup untuk 750 perahu. Kondisi yang ada, ia menyesalkan minimnya perhatian pemerintah untuk nelayan tangkap. Padahal, nelayan telah menyumbangkan PAD yang tidak sedikit Rp 2 miliar tahun 2020.

 

“Kalau memang tidak ada perhatian pemerintah, kami akan menangguhkan PAD dari sektor perikanan,” tegasnya.

 

Anggota DPRD Kebumen H. Saman Halim Nurrohman mengungkapkan, para nelayan tangkap Kebumen sudah semestinya mendapat perhatian pemerintah. Apalagi sumbangsih mereka ke daerah cukup besar melalui retribusi. Sayangnya, imbas dari anggaran tersebut masih minim dirasakan oleh nelayan.

 

“Saya baru tahu kondisi ini saat bertemu nelayan. Kami akan mengupayakan mengawal aspirasi nelayan Kebumen,” katanya.

 

H Saman menjelaskan, dirinya juga prihatin karena bencana yang dialami nelayan belum ada pos anggaran bantuan di dinas terkait. Padahal kondisi serupa kerap terjadi setiap tahun. Ia juga mengharapkan, asuransi untuk para nelayan dibantu oleh pemerintah mengingat hal tersebut sangat penting.(K24/Rilis.L).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.