EkonomiKesehatanLingkungan HidupReligiSOSIAL

Ponpes Alhasani Alian Dipilih Menjadi Pesantren Tangguh

2289
×

Ponpes Alhasani Alian Dipilih Menjadi Pesantren Tangguh

Sebarkan artikel ini
FOTO KAPOLRES MENYERAHKAN BANTUAN KEPADA PENGASUH PONPES ALHASANI

ALIAN, Kebumen24.com – Polres Kebumen memilih Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kebumen, menjadi pesantren Tangguh. Dipilihnya pondok pesantren Alhasani lantaran dinilai salah satu pondok yang memiliki metode pemberdayaan ekonomi masyarakat bagi para santri.

 

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat memberikan bantuan paket sambako pada kegiatan Jumat Ramah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74 di Pondok Alhasani. Kegiatan disambut baik oleh Pengasuh Pondok Gus Fachrudin Achmad Nwawi dan Gus Asyhari Muhammad Alhasani, Jumat 3 Juli 2020.

 

Dijelaskan Kapolres, adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan Kekawatiran tersendiri bagi berbagai pihak dan tak terkecuali bagi pondok pesantren. Terlebih disaat memasuki era New Normal nanti, semua masyarakat harus mampu menyesuaikan diri, berkarya dan berprestasi, tetap semangat dengan kehidupan yang baru. Untuk itu, dengan Pesantren Tangguh ini diharapkan menjadi tempat edukasi masyarakat dan pondok pesantren lainya supaya tetap semangat ketika ditengah pandemi Covid-19.

 

‘’ Tujuan dibentuknya Pesantren Tangguh bertugas untuk mengedukasi masyarakat, terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan pencegahan penyebaran virus corona dilingkungan pesantren,’’ujar AKBP Rudy.

 

FOTO KAPOLRES SEDANG DISKUSI DENGAN PENGASUH PONPES ALHASANI

Lebih jauh menurut Kapolres, Ponpes Alhasani merupakan salah satu pondok yang telah memenuhi syarat, baik dari segi sarana dan prasarana, maupun lainya. Hal itu terbukti adanya kedisiplinan para santri dilingkungan pondok dalam kehidupan sehari hari.

 

‘’ Setelah kita cek dan diskusi, pondok pesantren Alhasani layak dijadikan Pesantren Tangguh, dan rencana akan kita launching minggu depan,’’ungkap Kapolres Kebumen didampingi Waka Polres dan pejabat Polres lainya.

 

Terkait dibatalkanya Maklumat Kapolri, AKB Rudy menjelaskan bahwa hal itu bukan berarti masyarakat boleh bebas melakukan aktifitas tanpa mematuhi protokol kesehatan. Akan tetapi, masyarakat harus lebih disiplin dan tetap mematuhi anjuran pemerintah.

 

“Tanpa meninggalkan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat. Serta menjaga keamanan lingkungan, serta kondusifitas wilayah,” imbuhnya.

FOTO BERSAMA DI PONPES ALHASANI ALIAN

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Gus Fachrudin Achmad Nawawi mengatakan siap dipilih menjadi pesantren tangguh untuk mengedukasi masyarakat. Adapun sejumlah persiapan yang telah dilakukan jelang menghadapi tatanan hidup baru atau new normal. Salah satunya yaitu dengan membersihkan lingkungan Pondok baik sarana maupun prasananya.

 

Selain itu, pihak pondok juga telah membuat beberapa peraturan protokol kesehatan yang harus di patuhi oleh para santri. Bahkan, bagi santri yang tidak mengindahkan aturan tersebut, maka pihak pesantren tidak segan segan akan memberikan sanksi tegas atau istilah Pondok Takziran (Hukuman). Hal ini dilakukan, guna memutus penyebaran Covid 19 khsusunya di Kabupaten Kebumen.

 

‘’ Insya Alloh Kita sudah siap dipilih menjadi temapt Pesantren Tanggu, dan kami juga telah siap menyambut tatanan hidup baru atau new normal. ’’ucap Gus Fachru yang juga Ketua RMI NU Kebumen itu.

 

Lebih jauh menurut Gus Fachru, jelang menghadapi new normal ini sangat diperlukan persiapan-persiapan yang matang. Apalagi didalam pesantren yang biasanya santri-santri tidur, makan, bertempat tinggal dengan sederhana dan tentunya sudah terbiasa bersama-sama. Untuk itu perlunya pendataan ulang dan penerapan baru bagi santri. Seperti misalnya pembatasan jumlah santri dalam kamar yang biasanya 10 anak sekarang hanya 5 santri.

 

 “Banyak nanti yang akan berubah seperti biasanya satu kamar itu bisa dihuni 10 santri, nanti setelah adanya new normal ini mungkin satu kamar hanya 5 anak. Ruang kelas juga akan berubah, seperti bangku-bangku akan diberi jarak satu meter dari bangku lain, dan santri juga wajib memakai masker dan rutin cuci tangan nantinya,”pungkasnya. (K24/THR/IMAM)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.