KLIRONG, Kebumen24.com – Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menghimbau kepada masyarakat agar jangan bermain di sungai ataupun mandi di laut. Hal itu dilakukan lantaran kondisi gelombang laut saat ini sedang tinggi dan terlebih adanya dua orang pemuda yang hanyut terbawa arus muara sungai Luk ulo di Kecamatan Klirong Senin 1 Juni 2020 dan kini telah ditemukan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain air sungai ataupun mandi di laut, karena sangat membahayakan apalagi saat ini gelombang air laut sedang tinggi, kami juga berharap peran orang tua agar selalu mengawasi putra putrinya saat bermain,” ungkap Kapolres disela sela kegiatan peninjuan penemuan dua korban laka air di muara sungai Luk ulo di Kecamatan Klirong Selasa 2 Juni 2020 kemarin.
Seperti diketahui, jasad kedua korban bernama Mujahidin (22) dan Faidu Rohman (23) berhasil di temukan oleh tim SAR beserta petugas gabungan selasa siang 2 Juni 2020 kemarin. Setelah dievakuasi jenazah keduanya langsung di bawa ke RSUD Kebumen untuk dilakukan pemeriksaan.
Keduanya hilang terseret arus saat bermain perahu getek pada muara sungai tepatnya di Pantai Kali Buntu Desa Jogosimo kecamatan Klirong perbatasan dengan Desa Tegalretno Kecamatan Petanahan.
Awalnya kedua korban diketahui terseret oleh warga sekitar yaitu Woro (40). Lantaran derasnya arus sungai di aliran muara, kedua korban baru sekejap sudah tidak terlihat. Melihat kejadian tersebut, warga kemudian melaporkan kepada pihak desa dan tim SAR gabungan TNI, Polri maupun BPBD Kabupaten Kebumen.
Adapun unsur SAR Gabungan terdiri atas Basarnas Cilacap, Polsek Klirong dan Petanahan, Koramil Klirong, BPBD Kebumen, PMI Kebumen. Kemudian RAPI, Orari, Banser, SAR MTA, Cilacap Rescue, Ubaloka, SAR Tunas Kelapa, Gertak’s, TRC Bongkar, SAR Elang Perkasa dan warga sekitar. (k24/THR)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















