EkonomiSOSIAL

Ditengah Pandemi Corona, Tukang Cukur Selalu Bersyukur

3720
×

Ditengah Pandemi Corona, Tukang Cukur Selalu Bersyukur

Sebarkan artikel ini
Foto Sedang Memotong Rambut

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Tak dipungkiri dampak adanya wabah Corona belakangan ini membuat warga kesulitan dari segi ekonomi. Banyak golongan maupun pribadi yang menyisihkan hartanya untuk berdonasi dan membantu meringankan wraga yang terdampak secara ekonomi.

 

Seperti yang dilakukan Tukang cukur di jalan Perlawanan Kelurahan Plarangan Kecamatan Karanganyar Kebumen ini. Sebagai wujud Syukurnya tetap diberikan kesehatan ditengah pandemic corona, pihaknya pun tetap ingin bisa turut memberikan bantuanya meskipun hanya sebagai tukang cukur.

 

Adapun wujud bantuan yang diberikanya, yakni bagi setiap pelanggan yang akan potong rambut tidak diminta untuk membayar seikhlasnya. Cara ini sudah dilakukan sejak awal adanya pendemi corona.

 

Anjar Saputra (30) yang sehari berprofesi sebagai tukang cukur mengatakan, cara ini dilakukan agar bisa meringankan masyarakat khususnya bagi yang hendak potong rambut di tempatnya. Dirinya berharap dengan bantuan semacam ini juga bisa turut berpartisipasi meringankan beban masyarakat.

 

“Ya saya juga ingin ikut berbagi mas, mungkin kalo secara materi belum bisa jadi saya berbagi dengan cara seperti ini,”kata Anjar di Barbershop miliknya Kamis 07 Mei 2020.

 

Foto Anjar Saputra (Tukang Cukur)

Anjar yang sudah menggeluti usaha barbershop sejak 4 tahun ini menjelaskan, bagi pelanggan yang ingin potong rambut di tempatnya diperbolehkan membayar semampunya atau suka-suka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai dengan 12.00. Jika di hari Jum’at maka sehari penuh diperbolehkan untuk membayar seikhlasnya. Tarif ini akan diberlakukan selama pandemi Covid-19 belum usai.

 

“Kalau hari biasa kita batasi dari jam 9 sampai dengan jam 12 siang, kalau hari Jum’at itu full seharian monggoh bayar seikhlasnya boleh dikatakan suka suka lah,”imbuhnya

 

Dirinya juga menuturkan, sejak adanya pandemic corona, pelanggan dirasakan jauh menurun disbanding hari hari sebelumnya. Jika biasanya dalam sehari bisa melayani hingga 15 lebih pelanggan, saat ini hanya 3 sampai 5 pelaggan. Meski begitu dirinya tetap bersyukur dan tetap berupaya mencegah tertularnya covid 19. Salah satunya dengan cara rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum maupun sesudah memotong rambut para pelanggan.

Sementara itu, Isparyanto slaha satu pelanggan mengatakan sangat terbantu adanya pemberlakukan tariff tersebut. Menurutnya hal ini tentu sangat membatu meringankan beban masyarakat ketika akan memotong rambut.

 

“Menurut saya ini cukup membantu mmasyarakat yang seharusnya bayar full kini bisa seiklasnya,”ujarnya. (K24/arta)

 

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.