KEBUMEN, Kebumen24.com- Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day), jika biasanya diperingati dengan aksi demo menyuarakan aspirasi menuntut kesejahteraan kaum buruh. Namun kali ini jajaran Polres Kebumen dapat bercengkrama dengan membagikan sedikitnya 110 paket sembako kepada kaum buruh yang terdampak Covid-19.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menyampaikan, peringatan May Day tahun ini telah disepakati bahwa tidak ada aksi demo, melainkan diisi dengan kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako bagi para buruh yang terdampak langsung pandemi corona.
“Peringatan May Day atau Hari Buruh ini tidak ada aksi unjuk rasa maupun demo. Kami ganti dengan kegiatan bakti sosial sebagai wujud peduli antar sesama,” ungkapnya, Jumat, 1 Mei 2020.
Menurut Rudy, Polri akan terus berupaya memberikan sumbangsih kepada setiap elemen yang dinilai membutuhkan. Lebih lanjut, Ditengah keprihatinan saat ini, kata dia, butuh kepedulian dan kebersamaan untuk saling membantu khususnya bagi para buruh yang terkena pemutusan kerja atau PHK.
“Semoga dengan diadakannya bakti sosial ini dapat meringankan kebutuhan para buruh. Selamat Hari Buruh Internasional,” jelasnya.
Disebutkan, gerakan bakti sosial yang dilakukan secara serentak diseluruh jajaran Polres di Polda Jateng ini menyasar para buruh di Kebumen dibawah naungan Dewan Perwakilan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC-K SPSI) Kebumen. Pembagian paket sembako dilakukan di beberpa titik, diantaranya Kantor Sekretariat DPC K-SPSI, Mexollie Hotel, Sumpia Udang, R.M Sambal Cobek Karanganyar dan Puspita Warna Grup.
Sementara Ketua DPC K-SPSI Kebumen Akif Fatwal Amin mengapresiasi kegiatan Polres Kebumen yang telah memberikan perhatian dan kepedulian terhadap kaum buruh. Dijelaskan Akif, tahun ini para buruh harus merasakan masa tersulit, ancaman PHK serta sistem gaji tak menentu dirasakan para buruh sebagai dalam dampak Covid-19. “Kami mewakili para buruh sangat berterima kasih atas perhatian dari Kapolres Kebumen. Ini sangat membantu kami terlebih pada kondisi sulit yang dirasakan para buruh,” ucapnya.
Ia juga meminta, tak hanya tubuh kepolisian saja yang tergerak memikirkan nasib para buruh pada masa pandemi corona seperti ini. Melainkan Pemkab Kebumen juga diminta hadir untuk memberikan perhatian.
“Pemkab atau dinas yang membidangi, kami minta perhatiannya karena bantuan dari pemerintah sendiri untuk penanganan corona belum kita rasakan. Sedangkan dapur setiap hari harus ngebul,” tutupnya. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















