Religi

Santri Fajim Kebumen, Dapat Wejangan Khusus Dari Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya.

2337
×

Santri Fajim Kebumen, Dapat Wejangan Khusus Dari Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya.

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Niat baik dan tekad para Santri Fajim ( Forum Anak Jalanan Insyaf Mengaji) Kebumen yng selalu ingin bersungguh sungguh bertaubat mendapat dukungan dan respon positif dari seorang Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya. Kepada para santri Fajim ulama besar dan penuh karismatik ini berpesan untuk senantiasa gemar berbuat baik dan perbanyak membaca Sholawat.
Hal itu disampaikan langsung oleh Habib Lufti saat santri Fajim Puji Tato beserta Istri dan Aris sowan ke Kediamanya di Pekalongan baru baru ini. Pada saat itu, Beliau (Habib Luthfi) meminta kepada para santri Fajim untuk selalu istiqomah dalam menjalankan Ibadah sehari hari.
Terkait Masa lalu Santri Fajim, Habib Luthfi mengatakan, bahwa itu merupakan bagian proses perjalanan kehidupan manusia. Habib juga berpesan agar para santri Fajim dapat belajar dari masa lalu itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kepada guru dan sesepuh orang Tua, santri Fajim diminta untuk selalu Taqdim kepada mereka.
Salah satu Santri Fajim Puji Tato mengatakan, bisa bertemu Ulama yang termasuk disegani di Dunia itu seolah olah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Terlebih dulunya Puji merupakan anak jalanan yang sangat lekat dengan dunia hitam dan kelam. Barawal saat dirinya mengikuti kegiatan kirab kebangsaan di Alun alun kebumen pada waktu 2019 lalu. Dari situ, Puji Tatp mengaku sangat terkagum dengan sosok Habib Luthfi yang sangat Karismatik dan selalu ramah terhadap sesama.

 “ Saya benar benar kagum dengan sosok belio, meskipun saya dari latar belakang anak jalanan, tapi Habib Lutfi menyambut kami dengan baik dan tanpa membeda bedakan dengan tamu lainya. Bahkan seakan akan beliau justru sudah menunggu kedatangan kami. Banyak sekali wejangan yang diberikan belio. Salah satunya kita di suruh perbanyak membaca Sholawat,”ungkap Puji Tato, Selasa 28 Januari 2020.

Selain itu, Puji Tato juga mengatakan, kedatangan para santri Fajim ke tempat Habib Luthfi, selain karna diminta langung dan untuk bersilaturahmi. Kunjunganya itu juga seklaigus meminta petuah dan pesan dari Habib Lutfi yang keilmuannya menjadi rujukan hingga selalu ditunggu tunggu Petuah dan nasehatnya khususnya di kalangan para santri.
Lebih lanjut, Puji Tato pun juga menyadari, bahwa setelah dirinya insyaf dan sering mendapat bimbingan di Ponpes Al Hasani Desa Jatimulyo Alian Kebumen, dirinya merasakan banyak mendapatkan mamfaat dan hal postif untuk menuju kehidupan yang lebih baik.
‘’Alhamdulilah setelah saya bertobat dan menimba ilmu Agama di Ponpes Alhasani sampai sekarang ibadah jadi lebih tenang dan hidup saya dan kelaurga juga lebih tertata, di tambah sekarang saya sudh dapat wejangan langsung dari seorang Ulama Dunia Habib Luthfi, Insya Alloh saya akan terus mengamalkanya,”imbuh Puji Tato.
  Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Hasani Ustadz Asyhari Muhammad Al Hasani yang akrab dipanggil Gus Hari mengatakan, santri Fajim merupakan santri yang dulunya memiliki masa kehidupan yang kelam. Mereka meruipakan anak jalanan yang dulu begitu dekat dengan miras, narkoba, dan tindak kriminal lain.
Kendati begitu, Gus Hari yang juga ketua Forum Anak Jalanan Insyaf Mengaji (FAJIM) meyakini, semua orang pasti memiliki sisi baik. Melalui bimbingan dan metode pendekatan dengan hati.serta bacaan doa, anak jalanan pasti akan insaf.
 “Siapa pun mereka yang ingin mengaji di Ponpes, kami terima seutuhnya. Mereka datang dari mana tidaklah penting. Kami justru merasa senang bisa membimbing dan membuat mereka insaf,” ucapnya.
Adapun bimbingan yang selama diberikan, yaitu pada setiap Selasa malam, para santri mengikuti Mujahadah Rotibul Hadad, yakni sebuah pengajian dan doa untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Kegiatan lainnya juga dilakukan, mulai dari belajar Alquran, Fiqih, Nahwu Shorof, dan sebagainya.
Selain itu, Gus Hari menyadari, para santri kelak bakal menghadapi dunia nyata seusai mondok di pesantren. Karenanya, pesantren juga membekali santri dengan kemampuan berwirausaha, seperti beternak dan keterampilan lainnya.(K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.