Lingkungan HidupSOSIAL

Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah, Janda Ini 17 Tahun Tinggal di Rumah Reot

1253
×

Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah, Janda Ini 17 Tahun Tinggal di Rumah Reot

Sebarkan artikel ini
Foto Supriyati 24/12/019

ALIAN, Kebumen24.com – Potret penderitaan rakyat miskin untuk mendapatkan kesejahteraan dan hunian layak di Negeri ini ternyata masih jauh dari angan-angan. Seperti halnya dirasakan supriyati (49) warga Desa Krakal Rt 01/02 Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen jauh dari kata layak huni.
Dirumah yang seratus persen berbahan baku kayu dan bambu ini, supriyati bertahan hidup bersama enam anaknya yang masih kecil selama kurang lebih 17 tahun, dan belum tersentuh bantuan dari pemerintah.
Saat masuk ke dalam rumah, kondisinya terlihat memprihatinkan. Rumah berukuran sekitar 4×6 meter ini masih berlantai tanah. Tak terlihat meja dan kursi, hanya ada sebuah dipan dari bambu tanpa kasur yang digunakan untuk beristirahat.
Foto Supriyati 24/12/019
Beralih ke dapur yang digunakan Supriyati untuk memasak, dinding dan atap hanya terbuat dari plastik terpal dan genteng yang pecah. Tak ada kompor gas, hanya terlihat sebuah tungku kecil dan ranting pohon sebagai bahan bakar untuk memasak. Bahkan untuk keperluan MCK (mandi cuci dan kakus)/ ia harus menumpang dirumah tetangga.
Atap rumah yang nyaris ambruk dan dinding rumah yang terbuat dari kayu dan bambu hanya dibiarkan tanpa diperbaiki karena ketiadaan biaya. Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan keselamatan anak anaknya, terpaksa harus memindahkan tempat tidur ke dapur.

“ Kalo lagi musim hujan  sering bocor,dan air masuk kerumah. Tapi mau gimana lagi wong adanya kaya gitu,”ucap Supriyati, Selasa 24 Desember 2019, saat di temui dirumahnya.

Keinginan yang terpendam supriyati hanya satu, ingin rumahnya diperbaiki, Namun, karena ketiadaan biaya karna hanya seorang janda yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas pasan itu, keinginan supriyati  untuk tinggal di rumah yang nyaman hanyalah mimpi.

“Setiap hari saya kerja Cuma jadi buruh serabutan, belum lagi biaya untuk anak sekolah, ya semua saya banting tulang sendiri karna bapak anak anak udah meninggal dulu,”ujar janda buruh serabutan itu.

Foto Supriyati 24/12/019
Supriyati berharap, ada bantuan dari pemerintah dan donatur yang terketuk hatinya untuk memperbaiki rumahnya. Supriyati khawatir jika tidak segera diperbaiki rumah miliknya ambruk, karena rangka kayu penyangga atap sudah patah.
Sementara itu, Kepala Desa Krakal Agus Parwidi saat di ditemui mengatakan, sebenarnya bantuan sudah tiga kali ditawarkan, tapi karna keterbatasan biaya, Supriyati selalu menolak.

“ Bantuan bedah rumah dari program pemerintah Desa kan sifatnya hanya membantu, sisanya di tanggunga oleh penerimanya. Untuk itu kami berharap, apabila ada bantuan untuk  bedah rumah dari donatur lainya, kami  juga siap untuk turut membantunya,”jelas Kepala Desa Krakal.(K24/IMAM)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.