KEBUMEN, Kebumen24.com -Jelang tahun ajaran baru, pedagang seragam dan perlengkapan sekolah di sejumlah pasar tradisional Tumenggungan Kebumen mengeluhkan sepinya pembeli. Menurut pedagang, pembeli enggan berbelanja di pasar tradisional akibat menjamurnya pasar E-commerce yakni membayar dengan online.
Seperti terpantau pada Jum’at 12 Juli 2024. Di pasar tersebut sejumlah pedagang mengeluhkan kurangnya pengunjung yang datang ke los pakaian dan aksesoris yang berada di lantai dua.
Salah satu pedagang seragam dan perlengkapan sekolah Resti Amalia mengaku omset dagangannya malah turun jelang tahun ajaran baru ini. Menurutnya ini tidak sesuai dengan harapan dari para pedagang, yang setiap akan memasuki tahun ajaran seharusnya omset mereka bisa meningkat pesat.
Turunnya omset di pasar tradisional salah satunya disebabkan masyarakat yang sudah digandrungi dengan E-commerce atau pasar online.
Resti Amalia menyampaikan hingga kini pengunjung atau pembeli belum terlalu ramai. Ini karena mungkin kita juga bersaing dengan pasar pasar E-commerce. Selain itu mungkin juga tata letaknya perlengkapan segaram sekolah yang berada di lantai II.
“Satu hari kadang hanya laku sepatu dan tas. Meski hanya dua pasang saja itu sudah Alhamdulillah,” tuturnya.
Pedagang lainnya Siti menyampikan awalnya libur sekolah hingga 15 atau 16 Juli 2024. Namun kemudian diperpanjang hingga 22 Juli 2024. Kondisi pasar masih sepi pembeli. Mungkin kalah dengan online.
“Banyak yang beli di online. Ini yang paling kecil itu Rp 100 ribu satu setel atas dan bawah. Harga yang paling kecil itu Rp 100 ribu. Kalau untuk anak SMA Rp 125 ribu ada juga yang Rp 150 ribu. Dilihat ukurannya dan juga bahan bajungan. Kalau bahan si bagus dan bersaing, kalau omset sehari paling laku dua setel seragam. Kadang laku yang SD kadang SMA bawahannya saja, nggak mesti,” ucapnya.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















