PemerintahanPendidikan

Mendikdasmen: Semua Guru Harus Jadi Guru Wali yang Dampingi Siswa Secara Akademik dan Emosional

×

Mendikdasmen: Semua Guru Harus Jadi Guru Wali yang Dampingi Siswa Secara Akademik dan Emosional

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam acara Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, di Depok, Jawa Barat, Senin (9/2/2026)(KOMPAS.com/SANIAMASHABI) Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2026/04/04/093000471/mendikdasmen--semua-guru-harus-jadi-guru-wali-yang-bisa-dampingi-siswa?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook. Membership: https://kmp.im/plus6 Download aplikasi: https://kmp.im/app6

KEBUMEN, Kebumen24.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tugas guru tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga membimbing siswa secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun emosional. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Depok, Jawa Barat.

“Tugas guru itu tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing. Semua guru harus menjadi guru wali yang mendampingi siswa, tidak hanya secara akademik, tetapi juga sosial dan emosional,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).

Mendikdasmen juga menekankan penguatan hidden curriculum melalui pembiasaan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Nilai-nilai tersebut meliputi disiplin, sopan santun, dan budaya saling menghargai.

“Banyak hal penting dalam pendidikan yang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran, tetapi dibiasakan melalui keteladanan, seperti disiplin, sopan santun, dan saling menghargai,” jelas Mu’ti.

 

Terkait penerapan kedisiplinan, ia menekankan bahwa pendekatan yang digunakan harus mendidik dan bebas dari kekerasan.

ilustrasi guru ((canva.com))

Mu’ti menambahkan, penyelesaian persoalan di sekolah harus mengedepankan dialog dan pembinaan. “Disiplin harus dibangun tanpa kekerasan. Bukan dengan hukuman fisik, tetapi dengan pendekatan yang membuat siswa sadar dan berubah. Jika ada masalah, selesaikan dengan diskusi agar hubungan antara sekolah dan orang tua tetap harmonis,” tambahnya.

Selain itu, Mu’ti menekankan pentingnya membangun karakter siswa melalui pembelajaran yang memuliakan manusia. “Kata kunci dalam pembelajaran di sekolah adalah memuliakan. Guru harus memuliakan murid, murid menghormati guru, dan keduanya memuliakan ilmu,” ungkapnya.(K24/*).

SUMBER: Kompas.com


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.