KEBUMEN, Kebumen24.com – Malam sahur yang seharusnya penuh ketenangan berubah menjadi momen mengkhawatirkan bagi Pondok Pesantren Raudlatul Abidin Wadda’wah Assidiqiyyah di Dukuh Juru Tengah, Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Kamis dini hari (12/3/2026), lantai dua asrama santri dilalap api, menimbulkan kepanikan meski seluruh santri berhasil dievakuasi dengan selamat.
Wakil Tanfidziyah PCNU Kebumen, Gus Fachrudin Achmad Annawawi, menjadi salah satu tokoh yang meninjau lokasi pada pagi harinya. Ia memberikan dukungan moral kepada para pengasuh pondok dan santri, serta menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian.
“Musibah ini tentu menjadi ujian bagi kita semua. Kami turut prihatin dan berharap para santri serta pengurus pondok tetap kuat dan sabar. Semoga Allah SWT mengganti dengan yang lebih baik dan proses pemulihan bisa segera berjalan,” kata Gus Fachrudin.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu pemulihan fasilitas pondok agar kegiatan belajar dan mengaji santri dapat segera kembali normal.
Perlu diketahui, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Api pertama kali terlihat di lantai dua, yang difungsikan sebagai kamar santri. Saksi pertama, Sodikin (guru pondok) dan Sutarto (warga Desa Kaleng), segera melaporkan kejadian ke Polsek Puring.
Petugas Polsek Puring, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Kebumen, aparat TNI Koramil Puring, dan tim Inafis Polres Kebumen segera menuju lokasi. Upaya pemadaman intensif berhasil menahan api sekitar satu jam kemudian, mencegah kobaran meluas ke bangunan lainnya.
Lantai satu relatif aman, hanya ruang UKS terkena dampak ringan akibat material kayu dari lantai dua yang jatuh. Namun, lantai dua mengalami kerusakan berat pada ruang belajar, gudang, dan enam kamar santri. Sekat kamar yang terbuat dari triplek, bambu, plastik, dan baliho memicu penyebaran api yang cepat.
Petugas juga menemukan barang elektronik hangus terbakar dan sambungan kabel listrik yang diduga tidak standar. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengatakan dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik.
“Dugaan sementara mengarah pada instalasi listrik. Namun kami masih mendalami sumber api serta melakukan inventarisasi kerusakan bangunan,” jelasnya.
Selain Gus Fachrudin, berbagai pihak termasuk pemerintah kecamatan, aparat TNI, dan warga sekitar sigap membantu proses pemadaman dan evakuasi. Bantuan materi dan moral diharapkan meringankan beban pondok serta mempercepat pemulihan fasilitas.
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya terkait instalasi listrik, sekaligus menegaskan solidaritas masyarakat terhadap pesantren sebagai pusat pendidikan generasi muda.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















