SEJARAH

Terungkap! Desa Sidototo Padureso Kebumen Dulunya Bernama Murangtoto, Hasil Penggabungan Dua Desa Tua

499
×

Terungkap! Desa Sidototo Padureso Kebumen Dulunya Bernama Murangtoto, Hasil Penggabungan Dua Desa Tua

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tidak banyak yang mengetahui bahwa Desa Sidototo di Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang berawal dari penggabungan dua desa lama. Bahkan, sebelum dikenal seperti sekarang, desa ini pernah bernama Murangtoto.

Sejarah tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat setempat dalam membangun identitas desa hingga berkembang seperti saat ini.

Berdasarkan catatan sejarah desa, wilayah yang kini menjadi Desa Sidototo dahulu terdiri dari dua desa terpisah, yakni Desa Kolopacung dan Desa Kedungsentul. Kedua desa tersebut memiliki pemerintahan sendiri yang dipimpin oleh kepala desa pada masanya.

Di Desa Kolopacung, sejumlah tokoh pernah memimpin pemerintahan desa, di antaranya Jaya Wangsa, Uda Wangsa, Mentawijaya, Mertantika, Kasan Pawira, hingga Alimustofa. Sementara itu, Desa Kedungsentul dipimpin oleh Krama Dipa Awal, Krama Dipa Akhir, Tradiwangsa, dan Resopawiro.

Penggabungan Desa Menjadi Murangtoto

Sebelum tahun 1929, kedua desa tersebut akhirnya digabungkan atau dalam istilah masyarakat setempat disebut “diblengket” menjadi satu wilayah yang kemudian diberi nama Desa Murangtoto.

Pada masa itu, kepemimpinan desa berada di tangan Martodiharjo yang menjabat hingga tahun 1946.

Namun setelah Indonesia memasuki masa pasca-penjajahan, pemerintah menetapkan bahwa kepala desa yang menjabat sebelum tahun 1945 harus mengakhiri masa jabatannya. Hal ini karena mereka dianggap masih berada dalam sistem pemerintahan kolonial Belanda maupun Jepang.

Meski demikian, melalui musyawarah desa, masyarakat kembali mempercayakan Martodiharjo untuk memimpin desa tersebut.

Perubahan Nama Menjadi Sidototo

Pada tahun 1946, Martodiharjo mengambil langkah penting dalam sejarah desa dengan mengganti nama Murangtoto menjadi Sidototo.

Perubahan ini dilakukan karena nama Murangtoto dinilai memiliki makna yang kurang baik, yang sering dimaknai sebagai desa yang kurang tata krama. Nama Sidototo kemudian dipilih sebagai simbol harapan agar desa dapat berkembang menuju kehidupan yang lebih baik dan tertata.

Tonggak Perkembangan Desa

Perjalanan Desa Sidototo terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Beberapa peristiwa penting yang menjadi tonggak pembangunan desa antara lain:

  • 1946 – Pemilihan kepala desa serta pembangunan masjid desa.
  • 1967 – Pembangunan Sekolah Dasar dengan tiga ruang kelas.
  • 1975 – Pemilihan kepala desa yang dimenangkan oleh Saimin, memimpin hingga tahun 1989.
  • 1982 – Pembangunan Balai Desa, meskipun sempat mengalami kerusakan hingga ambruk.
  • 1991 – Pemilihan kepala desa yang dimenangkan oleh Mangad.
  • 2001 – Kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Marisah.
  • 2007 – Berdirinya SMP Negeri di wilayah desa.
  • 2013 – Kepemimpinan desa dipegang oleh Sadiman.

Kondisi Geografis

Secara geografis, Desa Sidototo merupakan salah satu dari ratusan desa di Kabupaten Kebumen dengan luas wilayah sekitar 277 hektare. Desa ini berada di ketinggian sekitar 165 meter di atas permukaan laut dan terletak di bagian timur Kabupaten Kebumen.

Adapun batas wilayah Desa Sidototo meliputi:

  • Barat: Desa Rahayu dan Desa Sedangdalem
  • Timur: Desa Kaligubug dan Desa Merden
  • Utara: Desa Kaligubug
  • Selatan: Desa Merden dan Desa Balingasal

Sebagian besar wilayah desa didominasi oleh tanah kering sekitar 84 persen, sedangkan tanah sawah sekitar 16 persen.

Sejarah panjang Desa Sidototo menjadi bukti bahwa perubahan dan kebersamaan masyarakat dapat melahirkan identitas baru yang lebih baik. Dari dua desa kecil hingga menjadi satu wilayah yang terus berkembang, Sidototo menyimpan cerita tentang semangat masyarakat dalam membangun masa depan.

Sumber: Website Resmi Desa Sidototo


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.