KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Donosari, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah sejarah panjang yang berakar dari legenda masa lampau hingga perjalanan pembangunan desa yang terus berkembang. Cerita mengenai asal-usul desa ini masih hidup dalam ingatan masyarakat dan menjadi bagian penting dari identitas warga setempat.
Legenda Ki Ageng Metaram
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, pada zaman dahulu terdapat seorang pengembara bernama Ki Ageng Metaram yang singgah di wilayah yang dahulu dikenal sebagai Desa Medana. Kisah perjalanan tokoh ini kemudian menjadi legenda yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Saat ini, makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan Ki Ageng Metaram dikenal masyarakat dengan sebutan Makam Perang Medana. Lokasi tersebut hingga kini dianggap sebagai salah satu situs bersejarah penting bagi warga Desa Donosari.
Sebagian masyarakat meyakini bahwa makam tersebut merupakan makam tokoh yang pertama kali membuka atau memasuki wilayah yang kini dikenal sebagai Donosari.
Penggabungan Dua Desa
Secara administratif, Desa Donosari terbentuk dari penggabungan dua wilayah, yaitu Desa Medana dan Desa Gunungsari. Proses penggabungan tersebut terjadi pada tahun 1921.
Sejak saat itu, kedua wilayah tersebut resmi menjadi satu desa dengan nama Desa Donosari, yang kemudian berkembang menjadi salah satu desa di Kecamatan Sruweng hingga sekarang.
Peristiwa penggabungan ini menjadi tonggak awal berdirinya Desa Donosari sebagai satu kesatuan wilayah pemerintahan desa.
Perjalanan Sejarah dan Pembangunan Desa
Dalam perjalanan sejarahnya, Desa Donosari juga mengalami berbagai peristiwa penting, baik yang membawa kemajuan maupun tantangan bagi masyarakat.
Pada tahun 1930, masyarakat sempat menghadapi masa paceklik yang menyebabkan kesulitan pangan. Kemudian pada 1963, terjadi serangan hama tikus yang merusak tanaman pangan warga.
Di sisi lain, berbagai pembangunan mulai dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah pendirian SD Negeri 1 Donosari pada tahun 1967, yang kemudian dipindahkan lokasinya pada tahun 1970.
Perkembangan desa terus berlanjut dengan pembangunan berbagai fasilitas penting, seperti pembangunan SDN 2 Donosari pada tahun 1978 serta Balai Desa pada tahun 1980 yang dibangun secara swadaya masyarakat dengan dukungan bantuan pembangunan desa.
Pada 1982, masyarakat kembali menghadapi ujian alam akibat dampak letusan Gunung Galunggung yang menyebabkan abu vulkanik merusak tanaman serta memicu kekeringan di wilayah tersebut.
Namun demikian, pembangunan infrastruktur desa terus berjalan. Pada tahun 1983 mulai dirintis pembangunan jalan desa, hingga akhirnya pada 1987 jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
Perkembangan Modern Desa Donosari
Memasuki era modern, berbagai program pembangunan dan bantuan pemerintah mulai dirasakan masyarakat. Pada 1994, listrik resmi masuk ke Desa Donosari, yang menjadi tonggak penting bagi kemajuan desa.
Perbaikan infrastruktur terus berlanjut dengan pengecoran jalan desa pada 2002, pembangunan jalan tembus Donosari–Pandansari pada 2012, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti P2KP, PPIP, dan Pamsimas.
Dalam bidang pemerintahan desa, sejumlah pemilihan kepala desa (Pilkades) juga menjadi bagian dari dinamika demokrasi lokal. Salah satunya Pilkades ke-9 pada tahun 2017 yang dimenangkan oleh Supyan sebagai Kepala Desa Donosari.
Pada tahun 2015, desa juga mengalami fenomena ekonomi ketika harga biji genitri melonjak tajam, yang sempat menjadi peluang ekonomi bagi sebagian masyarakat.
Kini, Desa Donosari terus berupaya berkembang melalui berbagai program pembangunan desa, termasuk penyusunan RPJMDes sebagai arah kebijakan pembangunan jangka menengah desa.
Legenda, sejarah, serta perjalanan pembangunan tersebut menjadi bukti bahwa Desa Donosari tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga semangat masyarakat yang terus bergerak menuju kemajuan.
Sumber: Website resmi Desa Donosari https://donosari.kec-sruweng.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/140/148
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















