KEBUMEN, Kebumen24.com – Di balik sejarah panjang Kabupaten Kebumen, tersimpan sebuah cerita rakyat yang masih hidup dalam ingatan masyarakat hingga kini. Kisah itu berasal dari Desa Kalijirek, Kecamatan Kebumen, yang menceritakan tentang sosok Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking, seorang pemimpin Panjer—nama lama Kebumen sebelum resmi menjadi kabupaten seperti sekarang.
Tokoh ini dikenal bukan hanya sebagai penguasa wilayah Panjer, tetapi juga sebagai figur pemberani, bijaksana, dan setia kepada raja. Kisah perjuangannya bahkan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus diceritakan secara turun-temurun oleh masyarakat Kebumen.
Menolong Raja Mataram
Menurut cerita rakyat yang berkembang, pada masa Kerajaan Mataram terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh Pangeran Trunojoyo dari Madura. Pemberontakan tersebut memaksa Raja Mataram, Sunan Amangkurat I, meninggalkan istana dan melarikan diri menuju Cirebon.
Dalam perjalanan pelariannya, rombongan raja singgah di wilayah Rowo Ambal yang saat itu berada di bawah kekuasaan Panjer. Di tempat itulah Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking menunjukkan kebijaksanaan dan kesetiaannya.
Melihat kondisi sang raja yang sakit dan kelelahan, Kolopaking memberikan minuman air kelapa dari buah kelapa tua yang disebut klapa aking. Air kelapa tersebut dipercaya mampu memulihkan kondisi raja yang sebelumnya diduga mengalami keracunan.
Sejak peristiwa itu, nama Kolopaking semakin dikenal sebagai pemimpin yang berani dan setia kepada rajanya, meskipun tindakan tersebut berisiko besar jika diketahui oleh pihak pemberontak.
Berpihak pada Pangeran Diponegoro
Keberanian Kolopaking kembali terlihat ketika pecah Perang Diponegoro pada tahun 1825–1830. Dalam konflik besar melawan penjajahan Belanda itu, Kolopaking memilih berpihak kepada Pangeran Diponegoro.
Keputusan tersebut membuatnya harus kehilangan kekuasaan atas wilayah Panjer. Ia bahkan harus menghadapi Adipati Arungbinang, penguasa lain yang mendapat dukungan dari pihak Belanda.
Pertempuran sengit pun terjadi di sebuah area persawahan bernama Si Kenceng, yang kini berada di sebelah timur Stadion Candradimuka Kebumen. Dalam pertempuran tersebut, Kolopaking mengalami luka parah.
Masyarakat setempat mempercayai bahwa darah yang menetes dari tubuh Kolopaking di sawah tersebut berubah menjadi ular-ular jadi-jadian. Hingga kini, kawasan sawah Si Kenceng masih dikenal sebagai tempat yang dianggap angker dan sering dikaitkan dengan kisah misterius tersebut.
Persahabatan Lintas Etnis
Cerita rakyat ini juga menyimpan kisah menarik tentang persahabatan lintas etnis. Kolopaking disebut memiliki sahabat dekat seorang pemuda Tionghoa bernama Tan Ping atau Tan Peng Nio.
Tan Ping dikenal sebagai sosok yang setia mendukung perjuangan Kolopaking dalam melawan penjajahan. Persahabatan keduanya menjadi simbol persaudaraan yang melampaui batas suku dan keturunan.
Setelah keduanya wafat, makam Tan Peng Nio berada tidak jauh dari kompleks pemakaman Kolopaking di Desa Kalijirek.
Jejak Sejarah yang Masih Terjaga
Hingga saat ini, makam Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking di Desa Kalijirek masih terawat dengan baik dan menjadi salah satu tempat ziarah masyarakat.
Setiap tahun, warga setempat rutin menggelar kegiatan tahlilan dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianggap berjasa dalam sejarah daerah tersebut.
Di area kompleks makam juga masih tersimpan beberapa peninggalan bersejarah, seperti meja dan lemari ukir yang dipercaya berasal dari masa kepemimpinan Kolopaking.
Cerita rakyat tentang Kolopaking tidak hanya menjadi kisah masa lalu, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kebumen. Kisah ini memperkaya warisan sejarah sekaligus mengingatkan generasi muda tentang nilai keberanian, kesetiaan, dan persaudaraan yang diwariskan oleh para tokoh terdahulu.
Renggo Jatmiko. Cerita Rakyat Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking di Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah (Suatu Tinjauan Folklor). Skripsi Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2009.
Sumber: website resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















