Pemerintahan

Tindak Lanjut Kajian PVMBG, Pemkab Kebumen Siapkan Mitigasi dan Relokasi Warga Sampang Sempor

908
×

Tindak Lanjut Kajian PVMBG, Pemkab Kebumen Siapkan Mitigasi dan Relokasi Warga Sampang Sempor

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Pemerintah Kabupaten Kebumen bergerak cepat menindaklanjuti hasil kajian geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM terkait pergerakan tanah di Desa Sampang, Kecamatan Sempor. Kajian penting tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam rapat resmi di Gedung A, Jumat (5/12/2025).

Pertemuan turut dihadiri Sekda, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, serta sejumlah camat dari wilayah rawan bencana. Ketua Tim PVMBG, Oktory Prambada, memaparkan bahwa pergerakan tanah di Desa Sampang termasuk kategori rayapan lambat yang berlangsung secara gradual namun berdampak luas. Total area terdampak mencapai 70 hektare, merusak lahan pertanian, 6 rumah warga, mengancam 65 rumah lainnya, serta memutus akses dua jembatan dan beberapa ruas jalan desa.

Secara geologi, kawasan tersebut merupakan area longsoran lama dengan struktur batuan napal dan lempung yang berada di zona lembah—jalur alami aliran air. Kondisi ini menyebabkan daya dukung tanah tidak lagi stabil.

“Pergerakan tanah tipe lambat tidak menghancurkan secara tiba-tiba, tapi perlahan. Daya dukung tanah di lokasi ini sudah tidak bisa mendukung infrastruktur,” jelas Oktory.

PVMBG juga mengingatkan bahwa curah hujan tinggi hingga Februari 2026 dapat mempercepat pergerakan tanah, bahkan menimbulkan potensi banjir bandang jika aliran air tersumbat.

Bupati Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi atas kajian tersebut dan memastikan bahwa rekomendasi PVMBG akan menjadi dasar penyusunan rencana mitigasi dan penataan ruang ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Geologi. Rekomendasi ini sangat penting sebagai acuan langkah selanjutnya, termasuk apakah lahan yang bergerak masih bisa dimanfaatkan,” ujar Bupati.

PVMBG merekomendasikan relokasi bagi rumah yang berada di zona gerakan tanah karena kondisi tanah tidak lagi layak huni. Adapun lahan yang bergerak masih dapat dimanfaatkan, tetapi hanya untuk tanaman keras yang mampu menyerap air, bukan untuk persawahan ataupun kawasan permukiman.

Selain relokasi, PVMBG menyarankan upaya mitigasi infrastruktur dengan melancarkan saluran air yang tersumbat untuk mencegah kejenuhan tanah. Untuk bangunan di area yang masih berisiko, tipe rumah panggung menjadi pilihan paling aman.

Bupati Lilis mengimbau warga tetap tenang namun waspada, mengingat tanda-tanda visual seperti tumbangnya pohon di area panembahan menunjukkan bahwa pergerakan tanah terus berlangsung.

Pemerintah Kabupaten akan segera membahas lebih rinci rencana relokasi bersama warga Desa Sampang. Laporan resmi PVMBG juga akan diteruskan kepada Gubernur Jawa Tengah dan BNPB sebagai dasar penentuan bantuan dan langkah strategis lanjutan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.