KEBUMEN, Kebumen24.com – Komitmen menjaga dan melestarikan warisan budaya terus diperkuat Paguyuban Kawulo Karaton Surakarta (PAKASA) Cabang Kebumen. Melalui kegiatan Pembekalan Juru Kunci Cagar Budaya (CB) dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), PAKASA membekali para penjaga situs bersejarah dengan pengetahuan sekaligus karya dokumentatif berupa buku Suluk Leluhur Kebumen, Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan intim ini diikuti sekitar 30 juru kunci dari berbagai situs CB dan ODCB yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen. Pembekalan difokuskan pada peningkatan wawasan, kapasitas, serta kesadaran kolektif para juru kunci sebagai garda terdepan pelestarian warisan leluhur agar nilai-nilai sejarah tidak tergerus arus zaman.
Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, Fitria Handini, S.H., melalui dana aspirasi. Dukungan tersebut sejalan dengan komitmennya dalam mendorong kebijakan dan regulasi yang berpihak pada pelestarian cagar budaya.
“Pelestarian tidak cukup hanya dengan wacana. Juru kunci perlu dikuatkan kapasitasnya karena merekalah penjaga langsung di lapangan,” ujarnya.
Pembekalan mengusung tema “Rumangsa melu handarbeni, wajib melu hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani”, yang menegaskan kesadaran untuk merasa memiliki, kewajiban menjaga, serta keberanian mawas diri dalam melestarikan warisan budaya.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kebumen Basikun Mualim, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, serta komunitas dan organisasi budaya setempat. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian.
Hadir Giri Purnomo, serta Ketua PAKASA Cabang Kebumen Arif Priyantoro Reksaningrat, S.Sos. Para pemateri memaparkan pemahaman dasar cagar budaya, peran strategis juru kunci, hingga pentingnya pencatatan, pendokumentasian, dan perawatan situs secara berkelanjutan sesuai kaidah pelestarian.

Ketua Panitia, Drs. Bambang Widadi, menyebut kegiatan ini sebagai ruang nyambung balung pisah antarsesama juru kunci. Selain mempererat silaturahmi, forum ini dinilai strategis untuk saling berbagi pengalaman dan memperkaya pengetahuan dalam menjalankan amanah menjaga situs serta nilai sejarah.
Salah satu luaran penting dari kegiatan ini adalah tersusunnya buku “Suluk Leluhur Kebumen: Kisah Situs dari Para Juru Kunci”. Kehadiran buku Suluk Leluhur Kebumen diharapkan mampu merekam sejarah secara autentik sekaligus menjadi sumber edukasi berharga bagi generasi mendatang. Lebih dari sekadar dokumentasi, buku ini juga diharapkan memantik kegiatan serupa agar semakin banyak situs CB dan ODCB di Kabupaten Kebumen terdokumentasi secara memadai.
Tim Penyusun Buku, Ir. Imam Muthoha, menjelaskan buku tersebut memuat kisah dan naskah yang bersumber langsung dari sekitar 30 juru kunci. Setiap juru kunci merekam sejarah, nilai, dan kondisi situs CB maupun ODCB yang mereka rawat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















