PURING, Kebumen24.com – Suasana heboh dan penuh semangat terasa di Kampung Sapi PO Kebumen, Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Sabtu (18/10/2025). Ratusan peternak dan pecinta sapi tumpah ruah menyaksikan ajang bergengsi Kontes Sapi PO Kebumen Piala Bupati 2025. Acara ini bukan hanya jadi ajang adu bobot dan penampilan sapi, tapi juga menjadi pesta rakyat bagi peternak lokal yang ingin menunjukkan kebanggaannya pada Sapi PO asli Kebumen.
Sebanyak 140 ekor sapi dari berbagai wilayah Kebumen tampil gagah di arena lomba. Mereka berkompetisi di tujuh kelas berbeda, mulai dari pedet hingga kelas ekstrem. Penilaian pun dilakukan superketat, meliputi bentuk fisik, proporsi tubuh, hingga bobot dan umur sapi.
Yang bikin suasana makin seru, Bupati Kebumen Lilis Nuryani sempat dibuat tertawa terpingkal melihat seekor sapi mungil jenis Brahman (bukan peserta lomba) yang disebutnya sebagai “sapi stunting yang lucu dan gemoy.”
“Lucu banget ini sapi, kecil tapi lincah,” celetuknya sambil tersenyum di tengah kunjungan stan peternak.
Tak hanya Bupati Lilis, acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Zaeni Miftah, mantan Bupati Mohammad Yahya Fuad, Wakil Ketua DPRD Solatun, dan sejumlah pejabat Forkopimcam serta Kepala OPD terkait.
“Kontes ini bukan sekadar lomba, tapi simbol kebanggaan daerah. Sapi PO sudah jadi identitas Kebumen. Kita ingin terus menjaga kelestariannya agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Bupati Lilis dalam sambutannya.
Puncak acara berlangsung menegangkan saat pengumuman juara. Sapi ‘Slamet’ dari Benggolo Putro Farm milik Ahmad Ardiansyah keluar sebagai jawara utama dengan bobot fantastis 981 kg dan total nilai 1215 poin.
Posisi kedua diraih ‘Tunggal Jaya’ (994 kg, 1196,5 poin) dari peternak yang sama, sedangkan ‘Kartomingan’ milik Firman Candra Aji dari Lembusakti Farm menempati posisi ketiga (968 kg, 1187,5 poin).
Hadiah diserahkan langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Wakil Ketua DPRD. Sementara sang juara, Ahmad Ardiansyah, tampak bahagia dan rendah hati.
“Perawatan biasa saja, yang penting kasih makan teratur dan dimandikan. Semoga peternak Kebumen makin maju,” ujarnya sambil tersenyum bangga.
Menurut Sutaryo, Sekretaris Panitia, kontes ini adalah event mandiri pertama yang sepenuhnya digagas kelompok tani ternak setelah terakhir digelar Dinas Pertanian pada 2019.
“Tujuannya bukan cuma lomba, tapi menjaga genetika Sapi PO Kebumen yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian. Populasi tertinggi ada di Kecamatan Puring dengan 11.946 ekor,” jelasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















