KesehatanPemerintahan

Operasi Bibir Sumbing Gratis di Kebumen: Puluhan Pasien Terbantu, Satu Bayi Meninggal Dunia

2582
×

Operasi Bibir Sumbing Gratis di Kebumen: Puluhan Pasien Terbantu, Satu Bayi Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Program bakti sosial operasi bibir sumbing gratis yang digelar Yayasan Permata Sari Semarang di Rumah Sakit Dr. Soedirman (RSDS) Kebumen pada Jumat-Sabtu, 5-6 September 2025, berhasil membantu 31 pasien dari berbagai wilayah. Namun, duka menyelimuti kegiatan ini setelah satu pasien bayi berusia empat bulan, Isa Rabanni Meilandra, meninggal dunia pascaoperasi.

Kegiatan ini diikuti 32 pasien, terdiri dari 27 anak-anak dan 5 orang dewasa. Mereka berasal dari 19 Puskesmas di Kabupaten Kebumen dan luar daerah, seperti Cilacap, Purworejo, serta Wonosobo. Seluruh tenaga medis berasal dari Yayasan Permata Sari, sementara RSDS Kebumen menjadi lokasi pelaksanaan.

“Terima kasih kepada Yayasan Permata Sari dan Pemkab Kebumen atas kegiatan ini. Semoga operasi gratis seperti ini terus ada,” ucap Anwar, salah satu orang tua pasien yang telah berhasil dioperasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, menyampaikan bahwa operasi berjalan sesuai prosedur medis. Namun, kondisi bayi Isa Rabanni memburuk beberapa jam setelah operasi meski sudah mendapatkan penanganan terbaik.

“Semua prosedur pra-operasi telah dijalankan dengan cermat. Ada tiga bayi seusia almarhum yang juga menjalani operasi dan kini sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” jelasnya usai melayat ke rumah duka di Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, Minggu, 7 September 2025.

Ketua Yayasan Permata Sari, Dr. Ir. Endang Sri Sarastri, turut hadir memberikan santunan kepada keluarga korban. Ia menjelaskan, salah satu faktor penyebab bibir sumbing adalah kurangnya asupan gizi pada trimester pertama kehamilan. “Kami mengimbau para calon ibu untuk memperhatikan gizi sejak awal kehamilan,” pesannya.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, juga melayat untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

“Saya turut berbelasungkawa. Insyaallah almarhum ditempatkan di surga, dan semoga menjadi penolong kedua orang tuanya kelak,” ujar Bupati Lilis.

Keluarga korban menerima musibah ini dengan lapang dada. Sang kakek mengungkapkan bahwa operasi dilakukan pukul 09.00 WIB dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.

Meski duka menyelimuti, program bakti sosial ini tetap menjadi bukti kepedulian berbagai pihak terhadap anak-anak dan pasien bibir sumbing di Kebumen dan sekitarnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.