KEBUMEN, Kebumen24.com — Apa jadinya jika ratusan muslimah muda berkumpul dalam satu ruangan, bukan hanya untuk sekadar berfoto atau ngonten, tetapi untuk mencari makna dan memperkuat keimanan. Itulah suasana yang tercipta dalam gelaran bertajuk “Deep Talk ala Gen-Z: Muslimah FOMO (Fear of Missing Out), Kenapa Tidak!”. Kegiatan berlangsung meriah di Gedung PCNU Kebumen, Minggu 11 Mei 2025.
Acara yang digagas oleh Nawaning Kebumen ini menghadirkan atmosfer berbeda dari talkshow pada umumnya. Bertabur nuansa estetik, spiritual, sekaligus hangat dan penuh kebersamaan, forum ini menjadi ruang aman bagi para Gen Z muslimah untuk menggali makna FOMO dalam dimensi yang lebih dalam dan tak sekadar takut ketinggalan tren TikTok atau fashion, tapi takut tertinggal dalam urusan iman, ilmu, dan pengembangan diri.
Hadir membuka acara, Ketua JPPPM (Jamiyah Pengasuh Pesantren Putri dan Mubalighoh) Kabupaten Kebumen, Hj. Nyai Fitriati ‘Afifudin, yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu.
Acara menghadirkan narasumber dua sosok inspiratif dari kalangan santriwati muda yang juga aktif di media sosial, yakni Ning Sheila Hasina dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, serta Ning Uswah Syauqie dari Pondok Pesantren Al Azhar Mojokerto. Keduanya berbagi pengalaman spiritual dan digital, bagaimana tetap eksis di dunia maya tanpa kehilangan prinsip syar’i.
“FOMO itu tidak selalu negatif, asal diarahkan ke hal yang baik. Takut tertinggal dalam hal ibadah, belajar, atau berkontribusi positif, itu justru bisa jadi penyemangat,” ujar Ning Sheila.
‘”Tren yang terbaik adalah tidak mengikuti tren,’’kata Ning Uswah Syauqi didepan peserta.
Ketua panitia kegiatan, Hj. Ning Siti Chalimatus Sa’diyah, yang juga Ketua Nawaning JPPPM Kebumen, menjelaskan seminar ini digelar untuk membekali remaja, khususnya Gen Z, agar lebih melek media sosial dan bisa menggunakannya secara bijak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
“Kita ingin mendekati remaja dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan, sekaligus mengajak mereka memahami batasan digital. FOMO bisa jadi positif jika diarahkan untuk memperbaiki diri,” jelas Ning Chalimah.
Kegiatan yang diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai daerah seperti Kebumen, Purworejo, Banyumas, dan Cilacap ini menjadi langkah awal program literasi digital spiritual yang diusung Nawaning. Selain forum diskusi, peserta juga diajak membuat komitmen pribadi untuk menjadi muslimah yang cerdas, percaya diri, dan berdaya saing di era digital tanpa kehilangan arah.
Ning Chalimah menegaskan pentingnya membangun komunitas yang sehat dan suportif bagi muslimah muda khususnya generasi Z.
“Dari kegiatan ini, kami ingin membuka ruang lanjutan untuk pembinaan dan pendampingan lebih intensif ke depan,” pungkasnya. (K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















