TRADISI

Enthak Enthik, Tradisi Unik Bocah di Kebumen Peringati Maulid Nabi

2320
×

Enthak Enthik, Tradisi Unik Bocah di Kebumen Peringati Maulid Nabi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memiliki keunikan tersendiri. Di Desa Tambakrejo, Kecamatan Buluspesantren, anak-anak turut ambil bagian dalam sebuah tradisi yang dikenal dengan nama Enthak Enthik. Tradisi ini melibatkan pembuatan gubug kecil yang dihias oleh anak-anak, yang kemudian digunakan sebagai tempat makan bersama.

Tradisi Enthak Enthik ini masih lestari hingga saat ini dan digelar secara meriah pada Senin malam, 16 September 2024, diikuti oleh ratusan anak-anak. Anak-anak biasanya datang diantar oleh orang tua mereka dengan membawa bekal berupa jajanan dan makanan kesukaan, yang kemudian disantap bersama dalam suasana kebersamaan.

Tidak hanya makan bersama, anak-anak juga saling berbagi dan bertukar makanan dengan teman-temannya. Tradisi ini dianggap sebagai sarana untuk menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan, sekaligus memperkenalkan ajaran dan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW kepada generasi muda.

Menurut Nanang Syarifudin, salah satu tokoh pemuda Desa Tambakrejo, tradisi ini sudah berlangsung sejak lama. “Malam hari ini, tradisinya kalau kami diberi tahu oleh orang tua-tua dulu, namanya Enthak Enthik. Jadi Enthak Enthik itu momen untuk anak-anak memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan setiap tahun, bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal. Dulu, sebelum tradisi ini berkembang seperti sekarang, anak-anak biasanya berkumpul di rumah salah satu teman untuk membuat gubug kecil. Namun, karena semakin banyak yang mengikuti, kami sepakat untuk mengumpulkan mereka di satu tempat agar lebih meriah dan syiar Maulid Nabi semakin terasa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam tradisi ini, anak-anak membawa bekal dari rumah, berdoa bersama, dan kemudian menikmati makanan bersama-sama. “Ajaran dari orang tua kita adalah nyelameti bocah cilik, yaitu memohon keselamatan bagi anak-anak, sekaligus mengenalkan Nabi Muhammad kepada mereka,” tambah Nanang.

Sukron, salah satu peserta tradisi Enthak Enthik, dengan gembira mengatakan, “Ini memperingati Maulid Nabi. Acara ini membuat gubug, tadi bikinnya sama ibu dan teman-teman. Setelah itu, kami makan bareng sama teman-teman juga.”

Tradisi Enthak Enthik ini tidak hanya menghibur anak-anak, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.