KEBUMEN, Kebumen24.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Petanahan fasilitasi Pelaku Usaha kembangkan budidaya ikan gurami. Program ini sebagai bentuk mendorong pertumbuhan ekonomi umat dan sekaligus pendampingan bagi calon pengantin terkait pengembangan dan penguatan ekonomi keluarga.
Kepala KUA Petanahan Amin Widodo menuturkan, budidaya ikan gurami dimulai sejak awal bulan Mei Tahun 2024. Ini dengan menebar bibit oyongan (kecil) sebanyak 2000 ekor dengan harga Rp.300,00 (tiga ratus rupiah per ekor).
Hingga awal Agustus ini ia mengaku telah berhasil panen sebanyak 5 kali. Dimana, rata – rata setiap panen sebanyak 600 ekor bibit ikan (jempol plus) dengan harga Rp.1.200,00 (seribu dua ratus rupiah per ekor).
“Sebetulnya budidaya ikan gurami ini yang mengelola Bu Efi Rifdawati, salah satu pelaku usaha binaan KUA Petanahan. Karena kebetulan kami memiliki lahan kosong disamping KUA dan kami ingin program ini berjalan sukses maka kami bantu penyediaan lahannya,” tutur Amin Widodo kepada humas Kemenag, Rabu 7 Agustus 2024.
Amin berharap program ini dapat lancar dan bisa menjadi percontohan kepada para calon pengantin ketika mengikuti bimbingan perkawinan di KUA Kecamatan Petanahan.
“Semoga program ini bisa berjalan sukses dan menjadi percontohan kepada para calon pengantin ketika mengikuti bimbingan perkawinan di KUA Kecamatan Petanahan. Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai harapan, dan hingga awal Agustus ini kami telah panen bibit ikan gurami sebanyak 5 kali,” imbuhnya.
Sementara itu, Fahrudin selaku Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen mengungkapkan bahwa Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kebumen telah membantu 35 pelaku usaha kurang mampu di Kabupaten Kebumen.
Masing – masing diberikan bantuan modal sebesar Rp. 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah). Khusus di Kecamatan Petanahan setidaknya ada 5 Pelaku Usaha yang telah diberikan bantuan modal, termasuk Efi Rifdawati.
“Kami sangat berharap program ini bisa menjadi stimulus bagi penerima manfaar agar mandiri secara ekonomi dan sejahtera,” ujarnya.
Fahrudin,menambahkan, program Pemberdayaan Ekonomi Umat ini merupakan salah satu wujud komitmen kemenag dalam memberdayakan zakat dan wakaf bagi kemaslahatan masyarakat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















