SEJARAH

Sejarah Singkat Desa Dorowati Klirong Kebumen, Ternyata Awalnya ada ‘’Pohon Doro’’

30740
×

Sejarah Singkat Desa Dorowati Klirong Kebumen, Ternyata Awalnya ada ‘’Pohon Doro’’

Sebarkan artikel ini
SUMBER FOTO WEBSITE KECAMATAN KLIRONG

KEBUMEN, Kebumen24.com – Konon sejak jaman dahulu, telah banyak diceritakan oleh masyarakat Desa Dorowati yang hingga sekarang masih banyak warga yang mempercayainya Bahwa desa Dorowati dibabat oleh seorang keturunan ningrat dari keraton Mataram. Bangsawan Mataram tersebut Bernama Raden Derpa Kusuma.

Dilansir dari Website resmi Kecamatan Klirong menyebutkan, konon Raden Derpa melihat pohon yang menjulang tinggi terlihat dari kejauhan hingga bangsawan tersebut ingin mendatangi pohon tersebut. Singkat cerita sampailah Raden Derpa Kusuma dipohon tersebut.

Raden Derpa Kusuma tercengang melihat pohon tersebut, terawat dengan baik. Pohon tersebut sejenis pohon randu alas atau ada yang menamakan Pohon Doro.

Maka Raden Derpokusumo dan rombongan memutuskan untuk membangun pemukiman ditempat tersebut dengan diberi nama “DOROWATI” Yang diambil dari kata Wit Doro yang terawat.

Konon katanya pohon Doro tumbuh disebelah utara Balai Desa Dorowati, dan tunggak pohon tersebut bisa untuk duduk melingkar lima orang. Sedangkan Raden Derpa Kusuma membangun perumahan di sekitar lokasi SDN 1 Dorowati  dan Musholla Miftahul Ulum.

Raden Derpa Kusuma banyak memelihara hewan, yang diantaranya seekor Kuda dan Burung Merpati. Yang mana sampai saat ini oleh masyarakat Desa Dorowati sangat meyakini keberadaannya, dengan cerita yang beredar, dimana disebelah barat SD N 1 Dorowati merupakan tempat dimakamkannya Kuda milik Raden Derpa Kusuma.

Konon katanya semasa hidup Raden Derpa Kusuma, Kuda tersebut merupakan tunggangan Raden Derpa Kusuma. Namun juga ada yang mengatakan bahwa dilokasi Musholla miftahul Ulum juga merupakan Kuburan Kuda milik Derpa Kusuma, sedangkan untuk Raden Derpa Kusuma sendiri, dimakamkan di sebuah lokasi pemakaman umum  yang saat ini di kenal dengan TPU Slangking.

Raden Derpa Kusuma kini lebih dikenal dengan sebutan Mbah  Slangking. Sebelum Tahun 90an semua makam yang ada dilokasi tersebut (TPU SLANGKING ) masih dikeramatkan oleh masyarakat sekitar.

Pernah diceritakan pada tahun 60-an dimana kala itu sarana transportasi masih menggunakan kereta Kuda yang saat ini kita kenal dengan sebutan Dokar. Dimana suatu ketika ada sebuah kereta kuda yang kebetulan melewati area Kuburan.

Kuda milik Raden Derpa Kusuma tiba – tiba berhenti sembari menyandarkan kepalanya ke tanah ( Ndekem) seakan mengisyaratkan suatu penghormatan kepada seseorang yang lebih hebat. Melihat hal tersebut, sang Kusir merasa heran dan akhirya turun sambil menuntun kudanya untuk  melanjutkan perjalanannya.

Selain hal tersebut masyarakat sekitar juga setiap malam Jum’at Kliwon saat Menjelang waktu Maghrib sering terdengar Bunyi sawangan burung merpati yang diyakini bahwa suara itu berasal dari burung merpati milik Mbah Selangking.

Kepala Desa kala itu juga mengkeramatkan makam Mbah selangking dimana, setiap bulan Suro memberikan sesaji di makam tersebut dan juga masyarakat kala itu juga memberikan sesaji apabila memiliki suatu Hajat.

Bukan  hanya makam mbah Selangking yang diberi Sesaji, bahkan makam kuda Mbah Selangking yang dikenal dengan nama Krepyak juga diberi sesaji oleh masyarakat kala itu. Namun, setelah tahun 90-an, Kepala Desa pada saat itu sudah tidak lagi memberikan sesaji kepada makam Mbah selangking dan masyarakatpun juga mengikuti Kepala Desa kala itu hingga sampai saat ini.

Sementara Krepyak- krepyak tersebut akhirnya hilang tak berbekas. Namun sebagian masyarakat di Desa Dorowati menganggap bahwa Mbah Selangking atau Raden Derpa Kusuma adalah Orang yang melatar belakangi berdirinya Desa Dorowati dan sebagai sosok yang dihormati oleh masyarakat Desa Dorowati hingga saat ini, terbukti dibeberapa acara yang diselenggarakan di Desa Dorowati masih sering terdengar nama Raden.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.