KEBUMEN, Kebumen24.com – Jelang hari raya idul adha 1445 Hijriah mendatangan berkah tersendiri bagi perajin arang batok untuk bakaran daging kurban. Pasalnya, pesanan kali ini meningkat dibanding hari biasanya, yakni tak kurang satu kuintal setiap harinya pesanan datang.
Seperti dialami Adam Setiyo Nugroho, salah satu pengrajin Arang Bathok di Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kebumen. Dimana, setiap harinya ia membuat Arang Bathok dari tempurung kelapa, untuk memenuhi banyaknya pesanan jelang hari raya Iduladha.
Untuk cara memproduksinya, yaitu dengan cara dibakar di dalam drum bekas, dan ditutup menggunakan plat besi, sehingga menimbulkan asap yang cukup banyak. Usai dibakar, arang yang telah jadi kemudian di ayak menggunakan jaringan untuk memisahkan debu, untuk menghasilkan arang yang berkualitas.
Pengarjin mengaku dalam sehari bisa memproduksi sekitar 30 kg arang Bathok, dari satu kuintal bahan baku tempurung kelapa. Arang yang telah jadi tersebut selalu habis terjual dengan harga Rp 7 ribu per kilogramnya yang biasanya arang tersebut diambil sendiri oleh para pedagang untuk dijual kembali.
” Kalau untuk Idul adha ada peningkatan, setiap hari hampir membakar, kalau sebelumnya tidak pasti paling dua hari sekali, harga jualnya Rp 7 ribu per kilogramnya, jualnya sampai luar kota mirit sampai jakarta juga ada,”jelasnya, Sabtu 8 Juni 2024.
Menurut Adam, arang Bathok Kelapa sangat disukai masyarakat karena memiliki panas yang tinggi dan tidak berdebu yang membuat masakan yang dihasilkan bersih dan higienis.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















