SOSIAL

Palang Merah Jepang Berkunjung ke Kebumen

1238
×

Palang Merah Jepang Berkunjung ke Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Palang Merah Jepang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kebumen. Kunjungan dilakukan dengan mendatatangi ke sejumlah desa dan sekolah.

Kedatangannya untuk memastikan program porgram Japanese Red Cross Society (JRCS) dan PMI Kabupaten Kebumen berjalan dengan baik. Salah satunya program kesiapsiagaan bencana di sekolah maupun masyarakat. Kemudian program peningkatan kapisitas relawan, Pembinaan PMR, hingga Pembentukan SIBAT atau Siaga Bencana Berbasis Masyarakat.

Kujungan berlangsung sejak 2-5 Oktober 2023. Hadir delegasi JRCS Yaitu  Mr.Gaku Tsujita, Mr. Hidenori Nakamura, Ms.Chiaki Endo, Mr.Masataka Shoji,  Mr.Kazumichi Kitagawa, Perwakilan PMI Pusat dan PMI Provinsi Jawa Tengah, Awaluddin, Yana Maulana, Anwar Assyubali, dan Ali Mahsyar serta Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto.

Sabar menjelaskan, kunjungan ini sekaligus monitoring program program kerjasamayang terjalin antara Palang Merah Jepang dan PMI Kabupaten Kebumen. Terlebih ini hampir usai dipenghujung tahun 2023.

“Kunjungan kali ini sangat luar biasa, karena delegasi JRCS ini langsung ke lapangan baik desa maupun sekolah. Mereka mengecek langsung sejauh mana program berjalan, bahkan hingga mengecek ke setiap rumah apakah rumah tersebut memiliki tas PP, adakah flayer tentang kebencanaan.’’jelasnya.

Adapun kunjungan berlangsung di 4 desa dan 3 sekolah binaan program Japanese Red Cross Society. Diantaranya, Desa Jladri Buayan, Tanggulangin Klirong, Waluyorejo Puring, Tegalretno Petanahan. Sedangkan untuk sekolah yakni di SMP N 1 Klirong, SD N 2 Waluyorejo, dan MIN 3 Kebumen.

Kunjungan di setiap desa diisi kegiatan sharing materi Kebencanaan, sosialisasi kebencanan door to door ke rumah warga, dan Simulasi evakuasi korban dengan selimut. Termasuk saling bertukar pendapat antara Palang Merah Indonesia dengan JRCS.

‘’Intinya saling belajar satu sama lainnya seperti kita diberi materi kebencanaan dari JRCS, Praktik cara evakuasi korban dengan alat seadanya misal memakai selimut dan sharing lebih jauh program program yang sudah berjalan.’’imbuhnya.

Untuk kegiatan di sekolah diisi dengan kegiatan quis kebencanaan dari JRCS, Simulasi Gempa Bumi, dan Sharing program dengan guru.

“ Untuk yang kesekolah ada beberapa kegiatan yang dilakukan disana, seperti dari JRCS mengisi kegiatan simulasi gempa bumi sceara langsung kepada siswa, memberikan materi kebencanaan melalui quis, dan diakhiri dengan sharing season bersama bapak/ibu guru disetiap sekolah. Disinilah kita membicarakan kendala hingga solusi untu program ini agar terus berkelanjutan” Tambah Sabar Irianto.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.