PERISTIWA

Bermain Spritus, Remaja di Gemeksekti Alami Luka Bakar

1307
×

Bermain Spritus, Remaja di Gemeksekti Alami Luka Bakar

Sebarkan artikel ini
Foto : Kades Suramin dan Bhabin Kamtibmas menjenguk Korban di RSUD Kebumen

KEBUMEN, Kebumen24.com – Seorang remaja berinisial GJ (14) warga Dukuh Tanuraksan Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen mengalami luka bakar akibat tersambar api saat bermain spritus. Korban yang masih berstatus pelajar kelas 2 SMP itu kini terpaksa harus menjalani perawatan di RSUD dr Soedirman Kebumen karna luka yang dialami cukup serius.

Berdasarkan informasi yang dhimpun, peristiswa ini terjadi pada Selasa 04 April 2023 sekira pukul 22.00 wib. Ini berawal saat GJ bersama kedua temannya J (15) dan N (15) bermain api menggunakan spritus di perkarangan tidak jauh dari rumahnya.

GJ menuturkan, bermaian api dengan membakar busa yang dimasukan ke dalam tutup paralon menggunakan spritus. Saat api mulai padam salah seorang temanya menuangkan kembali spritus hingga akhrinya api membesar dan menyambar tubuh GJ yang tengah jongkok.

“Habis di kasih spritus apinya membesar, terus ada angin ke arah aku dan jadinya kena apinya terus kebakar”, jelas GJ saat di temui di rumah sakit Kamis 6 Maret 2023.

Melihat GJ terbakar, kedua temanya langsung mencoba memadamkan api dengan menyiram air dari sumur yang ada di dekat lokasi kejadian hingga akhirnya api di tubuh GJ padam.

“Temen saya terus nolongin saya disiram pake air dari sumur”, imbuhnya.

Kepala Desa, Suramin membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku mendengar laporan dari warga. Kemudian bersama Bhabin Kamtibmas membwanya ke RSUD dr Soedirma menggunakan ambulance desa untuk segera mendapat penanganan medis.

“Jadi ini bukan karena main petasan tetapi bermain api dengan spritus, untuk korban sendir saat ini masih di rawat dan mengalami luka bakar 40%”, ungkapnya.

Dirinya mengimbau kepada seluruh warga khususnya pemuda dan anak-anak untuk mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan-kegiatan positif. Ini dilakukan agar terhindar dari hal hal yang tak diinginkan yang berujung dapat merugikan diri sendiri.

“Mari kita lakukan hal yang positif, dan untuk orang tua mari awasi anak-anak kita, ada banyak kegiatan positif yang bisa diikuti agar tehindar dari hal hal yang negatif”, lanjut Suramin.

Sementara itu, Ahmad Mulyanto (48), ayah korban menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Namun dirinya berharap ada perhatian atau bantuan untuk pengobatan putranya tersebut. Pasalnya dirinya yang hanya seorang kuli bangunan merasa kesulitan untuk biaya pengobatan apalagi tidak bisa menggunakan KIS.

“Ya kalau sampai operasi kan biayanya banyak, moga ada perhatian lah, apalagi KIS nya nggak bisa di klaim saya terus terang kesulitan untuk masalah biaya” tuturnya.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.