EkonomiInspirasi

Mutiara Handicraft Produksi Tas Berbahan Karung Goni

1668
×

Mutiara Handicraft Produksi Tas Berbahan Karung Goni

Sebarkan artikel ini

BUAYAN, Kebumen24.com,- Keterbatasan fisik tidak menghalangi untuk terus berkarya. Melalui Mutiara Handicraft, Irma Suryati mampu memberdayakan para disabilitas untuk membuka berbagai macam produk UMKM.

Bahkan produk produk yang telah dibuat seperti kesed karakter dan kerajinan kain perca banyak diminati dari dalam maupun luar negeri. Sedangkan kini, ia kembali berinovasi untuk memproduksi tas berbahan karung goni.

Irma yang juga pendiri Yayasan Irma Surya Agusti (YISA) menuturkan ide awal pembuatan tas goni ini berasal dari para reseller baik dari dalam maupun luar negeri yang menginginkan inovasi dari produknya. Awalnya hanya kerajinan kesed berkarakter dan kerajinan kain perca, mereka menginginkan untuk menambahkan produk baru, yang segar dan bisa diterima pasar.

Hingga kemudian, gagasan muncul dari salah seorang artis Indonesia Bertrand Antolin memberikan masukan ide kreatif untuk memanfaatkan karung goni, dan mengubah logo Mutiara Handicraft sesuai dengan selera pembeli. Pada akhirnya, dibuatlah produk tersebut dan bisa diterima oleh pasar.

“Karena kita kan banyak buyer ya yang datang ke Mutiara Handicraft, kalau kita sebenarnya sih yang sudah berjalan itu kerajinan kesed berkarakter,  tapi dari permintaan buyer itu lama lama minta inovasi baru dari Mutiara Handicraft yaitu tas, dan diawali dari yang selalu membantu Mutiara Handycraft ada Bertrand Antolin ya, dia memberikan “iniloh ide kreatif” Untuk logo Mutiara Handicraft diganti dengan logo baru yang lebih bagus seperti itu, dan akhirnya ternyata logo baru yang kita lounching kemarin pada tanggal 3 Desember itu,  belum sempat lounching aja sudah ada banyak permintaan dari tas goni, terutama diluar negeri gitu,” ucapnya saat ditemui dirumahnya, di Kecamatan Buayan, Rabu 7 Desember 2022,

Menurutnya, belum sempat logo dan produk tersebut dilaunching, banyak permintaan tas goni, terutamanya dari luar negeri. Bahkan, pesanan membludak hingga 10 ribu pieces, untuk produk dari karung goni tersebut.

Namun karena belum melakukan persiapan produksi dengan jumlah banyak pesanan tersebut akhirnya ditunda untuk sementara. Hal tersebut dikarenakan, harus mempersiapkan tenaga kerja yang ada, dimana dari 300 orang tenaga kerja baru ada 5 orang yang sudah siap untuk produksi, sedangkan yang lainnya masih terbiasa membuat kesed karakter.

“Kalo disabilitas sendiri yang tergabung di Mutiara Handicraft itu ada 300 temen temen penyandang disabilitas tapi semuanya itu sudah berjalan di kesed karakter, sudah bikin kesed karakter untuk tas goni karena kita memang lagi baru, baru 3 bulanan lah sekitaran itu, kita baru ada 4-5 orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembuatan tas berbahan dasar karung Goni lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan tas berbahan lainnya. Dimana karung goni yang biasanya tidak terpakai, ternyata mudah dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan.

Disamping itu, bahan karung goni mudah didapat, serta lebih berkualitas dan jadi lebih awet untuk pembuatan kerajinan seperti tas. Dimana, karung goni yang dimanfaatkan untuk kerajinan disini rata rata sudah di laminating sehingga mudah untuk pengerjaan jahitan.

“Tas goni itu pembuatannya lebih mudah daripada tas yang lain,  kalo tas goni bahannya mudah didapat,  cuma yang banyak yang masih alami, masih orisinil,  jadi goni goni yang belum di laminating seperti itu, tapi kalo yang sudah  di laminating itu sudah banyak di pabrik pabrik,” jelasnya.

Untuk harga sendiri tas berbahan goni ini dipatok seharga Rp 125 ribu, per peaces nya, dan akan lebih mahal lagi tergantung dengan kerumitan model yang diminta oleh pembeli. Sedangkan yang paling murah dari produk goni tersebut dihargai Rp 50 ribu per peaces nya, seperti tas parcel, tempat souvenir.

” Ternyata kita menentukan harga tas goni itu nggak bisa seperti yang kita bayangkan kemarin, kalau kemarin kita bisa menentukan harga dibawah Rp 100 ribu, kalo sekarang kita paling murah itu Rp 125 ribu tapi ada juga paling murah untuk  tas tas seperti untuk parcel dan yang lain lain ya kayak untuk hanya souvenir gitu bisalah dibawah Rp 50 ribu,” terangnya.

Irma berharap adanya inovasi baru tersebut bisa lebih memberdayakan para divabel lebih banyak lagi, dan bisa menambah pundi pundi rupiah mereka. Dengan begitu, para divabel ini bisa terus berkarya dan bekerja serta menghidupi keluarga.

Selain itu, ia juga berharap bisa terus memberikan manfaat bagi mereka dengan keterbatasannya. Serta memberikan harapan melalui Mutiara Handicraft, yang merupakan rumah bersama bagi para divabel.

Sementara itu Ketua Pelatih  Ekonomi Kreatif YISA Agus Priyanto mengatakan pembuatan tas goni ini adalah pengembang dari produk yang awalnya melibatkan kain perca. Untuk itu, dengan mengikuti perkembangan pasar yang ada dan juga permintaan konsumen dibuatlah tas yang terbuat dari karung goni.

Dikatakan, pada dasarnya bahan karung goni hampir semua bisa dimanfaatkan, dari yang berbahan natural dan yang telah di laminasi. Hanya saja, bahan goni yang msih natural ini biasanya lebih sulit untuk dijahit karena masih banyak debu yang menempel. Untuk itu, harus dicuci dulu agar mudah untuk dijahit.

‘’Setelah karung goni ini tersedia kemudian bahan tersebut mulai dibuat pola dan dijahit untuk dibentuk menjadi berbagai macam tas. Sedangkan untuk ukuran, semua standar tergantung juga dengan permintaan dari konsumen.’’katanya.

Menurutnya saat ini, produk kerajinan dari karung goni baru ada 5 produk yang dibuat. Namun, semua tidak menutup kemungkinan untuk menambah produk lainnya seperti tas sekolah, topi hingga tas sekolah.

Sedangkan salah seorang pembeli Zika Kusuma mengaku memilih tas berbahan goni, ini dikarenakan bagus dan minimalis. Selain itu, tas tersebut juga awet untuk dipergunakan.

‘’Untuk harga tidak jadi soal, yang terpenting adalah kualitas yang diberikan. Ia berharap agar Mutiara Handicraft ini bisa lebih kreatif lagi dan mengeluarkan produk produk baru, yang tentunya kekinian sehingga disukai oleh semua kalangan.’’ujarnya.(k24/imam)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.