PEMBANGUNANPemerintahanPERISTIWA

Hasil Mediasi, Rumah Warga Terdampak Perbaikan Sungai di Desa Grenggeng Bakal Diperbaiki

1001
×

Hasil Mediasi, Rumah Warga Terdampak Perbaikan Sungai di Desa Grenggeng Bakal Diperbaiki

Sebarkan artikel ini

KARANGANYAR, Kebumen24.com,- Rumah warga Dukuh Jrabang RT 03 RW 10 Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen, yang nyaris ambruk akibat adanya proyek pengerjaan Pemeliharaan Berkala Sungai WS Serayu bakal segera diperbaiki. Ini setelah dilakukan mediasi antar pihak CV pemenang lelang dengan warga terdampak yang difasilitasi pemerintah desa.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Grenggeng Eri Listiawan saat ditemui di Balaidesa setempat Rabu, 19 Oktober 2022. Pihak desa akan menghitung biaya renovasi rumah, sedangkan Warga terdampak diberikan hunian untuk sementara waktu.

Meski begitu, Eri mengatakan, renovasi rumah yang ambruk akibat longsor tersebut tidak sepenuhnya ditanggung oleh pihak pengembang. Namun, akan ditanggung bersama, antara pihak desa, pengembang dan juga dinas terkait.

” Kemarin sudah kita kumpulkan dari Forum Mediasi tersebut artinya,  ya kita akan memperbantukan sesuai dengan kemampuan dan kebijakan yang berlaku, karena kemarin kita coba mintakan ke seluruhnya kepada pihak pengembang, pihak pengembang merasa keberatan karena yang bersangkutan merasa dia tida ada kontrak untuk membangun rumah  tapi dia untuk membangun malah membenahi rumah yang ada,” ucapnya.

Foto Kades Grengeng Eri Listiawan

Eri menambahkan, alasan pihak pengembang tidak mau menanggung sepenuhnya karena pada saat kejadian, kabupaten Kebumen sedang darurat bencana. Hal ini, diperkuat dengan adanya surat edaran Bupati pada tanggal 7 Oktober 2022.

Kemudian, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, dan diambil dua solusi bagi warga yang terdampak. Yakni, solusi jangka panjang dan juga solusi jangka pendek.

‘’Untuk solusi, jangka pendek sendiri pihak pengembang akan mencarikan hunian sementara, untuk bisa ditempati oleh korban yang rumahnya ambruk. Karena, apabila korban masih menempati bale warga, hal tersebut dirasa kurang layak, karena disitu tidak dilengkapi dengan MCK.’’imbuhnya.

Sedangkan, untuk solusi jangka panjangnya nantinya pihak desa akan meng inventarisir dan menghitung berapa nilai untuk melakukan renovasi rumah tersebut.

” jadi minta ada hunian sementarlah selama tiga 6 bulan kedepan dan itu di ACC sama Pihak pengembang yang kemudian nanti dari pihak pengembang akan membantu untuk mencarikan rumah kosong dan akan ditinggali oleh yang bersangkutan,  untuk solusi jangka panjangnya nanti kita akan menginventarisir, untuk tawarannya relokasi, rehabilitasi atau renovasi dari pihak warga desa yang dirugikan minta di renovasi saja tidak mau direlokasi karena tidak punya lahan dan  nggak punya saudara. kita juga akan minta bantu DINSOS, PERKIM, BPBD serta dari Pemdes kita akan bantu,” pungkasnya.(k24/imam).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.