EkonomiInspirasi

Intip Wanita Muda Pembuat Layang layang di Desa Trikarso Sruweng

3537
×

Intip Wanita Muda Pembuat Layang layang di Desa Trikarso Sruweng

Sebarkan artikel ini

SRUWENG, Kebumen24.com – Pada umumnya, layang layang dibuat oleh seorang kalangan pria karna bagian dari pekerjaan kasar. Namun, berbeda halnya dengan layangan yang satu ini. Layang layang dibuat oleh tangan halus dan terampil Wanita muda yang masih berusia 28 tahun.

Adalah Dhesti Widi Harsanti (28), warga Dukuh Sokawera RT 02 RW 03 Desa Trikarso Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. Membuat layang layang, merupakan bagian dari pekerjaan sehari harinya.

Wanita berkulit Putih yang akrab disapa Dhesti ini mengatakan ide membuat layang layang berawal dari hobinya sejak kecil. Saat itu, ia sering bermain layang layang, dan bahkan sampai tumbuh dewasa.

‘’ Awalnya karna hoby main layangan waktu kecil, terus saya coba membuat sendiri, kalo beli kan sayang uangnya, bisa buat jajan. Jadi saya buat sendiri,’’ujar Wanita bertubuh Tinggi semampai itu, Senin 25 Juli 2022.

Dhesti menuturkan, layang layang yang dibuatnya berbentuk persegi dan memilik ekor rumbai seperti ubur-ubur. Untuk kerangkanya sendiri tidak menggunakan bambu, melainkan lidi dan tidak di lem. Kemudian padas setiap ujung diikat dan tali gocinya  hanya diikat satu kali.

‘’Untuk bahan bakunya saya tidak menggunakan bambu. Karna saat itu saya tidak bisa cair bambu kemudian saya inisiatif menggunakan lidi, dan ternyata juga bisa terbang seperti layangan milik teman-temannya yang lain,’’terang Wanita berambut panjang itu.

Untuk pemasaran, Dhesti memanfaatkan media social daan kini mampu menjual 3ribu hingga 4ribu buah saat datang musim layangan tiba. Pesanan tidak hanya datang dari Kebumen saja, namun luar daerah seperti seperti Yogyakarta, Kendal, Pemalang, bahkan hingga ke Kalimantan Timur, dengan harga Rp1500 perbuah.

“Dulu saya jualnya hanya di sekitaran sekolah, sekarang karena sering posting di facebook dan tiktok Alhamdulillah banyak pesanan jadi ditekuni dan pakai kantong plastic yang baru”, imbuhnya.

Dibantu sang suami Afif Efendi (32), Dhesti mengaku mampu membuat 100 buah layang-layang dalam sehari. Selain itu, ia juga membuat kerajinan bunga hias berbahan limbah plastik yang dijual dengan harga mulai dari 25ribu rupiah.

Sementara itu, Kepala Desa Trikarso Kherodin mengapresiasi dan mendukung penuh kreatifitas ekonomi yang dikembangkan oleh warganya tersebut. Menurutnya, layang layang ini bisa menjadi potensi unggulan produk kerajinan UMKM Desa.

‘’Semoga kedepan banyak warga yang mampu mengembangkan kretifitasnya agar bisa menghasilkan produk-produk unggulan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Dan kami siap membantu memasarkannya melalui bumdes.’’ujarnya.(K24/ARTA).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.