Ekonomi

Dampak Kedelai Mahal, Perajin Tahu Kurangi Jumlah Produksi

1349
×

Dampak Kedelai Mahal, Perajin Tahu Kurangi Jumlah Produksi

Sebarkan artikel ini

ALIAN, Kebumen24.com –  Dampak harga kedelai yang saat ini sedang tinggi dirasa begitu membebani bagi perajin tahu dan tempe. Di Desa Krakal, Kecamatan Alian para perajin yang memilih mengurangi jumlah produksi hingga terpaksa tidak produksi, Rabu 23 Februari 2022.

Salah satu perajin tahu, Rusminem (61) mengatakan kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Harga kedelai awalnya kisaran Rp 800.000 per satu kuintalnya saat ini naik menjadi sekitar Rp 1.170.000.

Rusminem mengaku sejak naiknya harga kedelai produsi tahu miliknya menurun hampir 50 persen. Dimana biasanya sehari mampu memproduksi kedelai satu kuintal lebih saat ini hanya sekitar 60 kilogram kedelai sehari.

“Kalau disini tetap produksi tapi sedikit, tadinya udah mau ngga jualan tapi tadi ada yang pesen jadi bikin tapi ga banyak. Katanya ada kabar perajin tahu mogok produksi tapi disana di kota besar yang modalnya gede, tapi kalau kita kan modalnya cuma sedikit paling cuma buat nyambung hidup aja,” keluhnya kepada awak media.

Dalam menjaga iklim produksi tetap berjalan, Rusminem juga menyiasati harga jual. Dirinya terpaksa harus menaikkan harga jual tahunya.

“Biasanya harga Rp 10.000 mendapat 30 biji sekarang Rp 10.000 mendapat 25 biji,” jelasnya.

Ia berharap harga kedelai bisa kembali stabil agar penjualan kembali normal. Menurutnya tahu tempe sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat menengah ke bawah. Jika para perajin banyak yang tidak produksi tentu banyak orang yang akan keberatan.

“Harapannya harga kedelainya turun soalnya tahu kan makanan orang yang kalangan masyarakat menengah ke bawah, kalau orang-orang kaya makanannya macam-macam kalau kaya kita makanan pokoknya tahu tempe,” imbuhnya.(k24/ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.