Ekonomi

Usaha Kerajinan Gerabah di Klirong Warisan Luluhur

3856
×

Usaha Kerajinan Gerabah di Klirong Warisan Luluhur

Sebarkan artikel ini

KLIRONG, Kebumen24.com – Sejak tahun 1988, Sarmo warga RT 01 RW 02, Desa Gebangsari di Kecamatan Klirong Kebumen ulet menekuni usaha pembuatan kerajinan gerabah. Usaha ini merupakan penopang ekonomi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Pria berusia 57 tahun ini menuturkan, gerabah didesanya di produksi secara turun temurun. Gerabah dari Gebangsari memiliki ciri khas tersendiri yakni permukaan yang lebih kasar namun memiliki daya tahan yang lebih kuat dan keras.

Sarmo mengaku awalnya hanya meproduksi peralatan dapur saja seperti tungku, wajan hingga ketel. Namun seiring perkembangan jaman dan mengikuti pelatihan kini barang yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari Pot, Guci, Aneka Hiasan hingga padasan (tempat wudhu).

Adapun untuk harganya cuku bervariasi, mulai dari lima ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan ukuran. Untuk produk yang paling banyak diminati adalah pot bunga.

‘’ Pelanggan mayoritas adalah warung-warung serta pasar tradisional di Kebumen. Namun tak sedikit pelanggannya dari luar kota seperti Magelang, Banyumas, Bandung hingga Jakarta,’’jelasnya. Senin, 17 Januari 2022.

Sarmo berharap Kerajinan ini bisa diteruskan oleh generasi muda. Mengingat gerabah merupakan usaha warisan leluhur di desa ini.

” Dari remaja ada yang mau meneruskan tapi tidak banyak, kebanyakan lebih suka bekerja merantau ke luar kota.’’imbuhnya. (K24/ILHAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.