KARANGANYAR, Kebumen24.com – Fenomena likufaksi terjadi di Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kebumen. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sedikitnya 1 hektare tanah ambles sedalam 3 meter dan dua keluarga yang terdiri dari 8 orang terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Pesimpar RT 05/ RW 04, Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen. Tanah mulai bergeser sejak Selasa 28 Oktober 2020 malam karena diguyur hujan lebat. Sejak saat itu, tanah terus bergerak hingga hari ini Minggu 1 November 2020.
Perlundiketahui, Likuifaksi yaitu keadaan hilangnya kekuatan tanah, sebaliknya tanah yang tadinya padat menjadi mudah bergeser.
Ketua RT 5 RW 4 Desa Grenggeng Sutijo mengatakan, kejadian tersebut menimpa rumahnya dan satu warga lain yaitu Rajiman. Proses terjadinya secara bertahap. Dimana awalnya bergerak sedikit pada Selasa lalu namun belum parah. Kemudian diperparah adanya pergerakan tanah pada malam harinya.
“Bangun mau pindah depan sudah jadi jurang,” katanya. Minggu 1 November 2020.
Sementara itu, Kepala Desa Grenggeng Eri Listiawan mengaku telah mengevakuasi warganya ke mushala terdekat karena lebih aman. Pihaknya pun telah melaporkan kejadian tersebut ke Muspika setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen.
“Tim BPBD sedang mengecek ke lokasi,” katanya.
Dirinya penyebutkan, akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kebumen sejak sepekan terakhir semakin memperparah keadaan. Saat ini, kedalaman tanah yang ambles mencapai 3 meter dengan panjang 200 meter dan lebar 50 meter.
Untuk mengetahui penyebab dan faktor lain terkait longsor atau tanah bergerak tersebut, tim BPBD Kabupaten Kebumen bersama peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mendatangi tempat tersebut.
Sementara berdasarkan hasil penelitian LIPI bidang geologi pada Sabtu 31 Oktober 2020 kemarin. fenomena tersebut bukan likuifaksi melainkan longsor biasa atau tanah bergerak. Untuk mengetahui lebih detail jenis tanah, penyebab dan faktor lain, telah mengambil sampel tanah dari bagian mahkota atau awal longsoran, bagian tengah dan lidah atau unung longsoran
Meski begitu masyarakat dihimbau agar warga tetap berhati-hati karena diduga tanah di sekitar lokasi masih bergerak meskipun sangat pelan dan potensi longsor susulan masih bisa terjadi.(K24/HETI).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















