KEBUMEN, Kebumen24.com- Polres Kebumen bersama Kodim 0709 dan Forkopimda lainya mendeklarasikan Anti Unjuk Rasa Jalanan. Hal ini dilakukan sebagai keprihatinannya terhadap dampak aksi unjuk rasa yang terjadi pada beberapa hari waktu lalu terkait penolakan Undang Undang Cipta Kerja di depan gedung DPRD Kebumen.
Dalam kegiatan yang dilakukan di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, Senin 12 September 2020 itu, Deklarasi tersebut diikuti oleh seluruh Ormas dan Rektor universitas serta kepala sekolah SMA dan SMK di Kebumen.
Hadir secara langsung Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Dandim 0709 Letkol Kav. Prawira Negara serta Kepala Satpol PP Kebumen R, Agung Pambudi dan Ketua PCNU Kebumen KH, Dawamudin Masdar.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, Dekalrasi tersebut merupakan wujud komitmen bersama, baik pimpinan ormas, perguruan tinggi maupun sekolah, agar dapat menginstruksikan kepada anggotanya, mahasiswa serta para pelajar untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa jalanan. Menurutnya, dalam menyampaikan aspirasi yang baik adalah dengan cara melakukan audensi bukan demo.
Selain dapat berdampak pada kericuhan, aksi demo dinilai juga lebih bersiko pada penularan covid 19 karna mendatangkan kerumunan. Terlebih kasus covid 19 akhir akhir ini di Kebumen cendrung meningkat. Hal ini tentu harus di waspadai bersama.
“Deklarasi ini bentuk komitmen bersama untuk tidak melakukan kegiatan yang mendatangkan kerumunan apalagi kericuhan. Pemerintah tidak melarang jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya, namun alangkah baiknya dilakukan dengan cara audensi yang lebih kondusif,’’terang AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Lebih jauh Kapolres berharap, dengan deklarasi Anti Unjuk Rasa Jalanan ini bisa menjadi bukti bahwa Kebumen adalah kota yang cinta damai. Untuk itu, pihaknya juga sepakat menjaga situasi kebumen yang lebih kondusif. Dengan begitu penularan covid 19 dapat dicegah dan angka kasus covid bisa ditekan.
Sementara itu menurut Dandim 0709 Kebumen mengatakan bahwa aksi unjuk rasa dijalanan bukanlah solusi yang tepat dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Namun yang paling baik adalah dengan cara audensi.
“ Audensi saat ini sangatlah tepat untuk menyalurkan aspirasi masyrakat, dikarenakan saat ini masalah covid 19 di Kebumen masih belum tuntas, untuk itu TNI siap mendukung langkah tersebut,” ungkap Dandim. (K-24/IMAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















