BULUSPESANTREN – Jumlah kasus covid 19 di Kabupaten Kebumen akhir akhir ini terus semakin meningkat. Untuk itu masyarakat diminta tidak menganggap remeh dan harus mematuhi protokol kesehatan, salah satunya wajib menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto, saat menghadiri acara Memetri Bumi Desa di rumah Tasino selaku Kepala Desa Banjurpasar, Buluspesantren Sabtu 12 September 2020. Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Diskominfo Kebumen Cokro Aminoto dan Forkopimcam serta permerintah desa setempat.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati mengatakan bahwa dalam menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat memang bukan hal perkara yang mudah dan membutuhkan waktu dan proses. Apalagi berurusan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Meski begitu, dalam situasi pandemi saat ini, masyarakat juga harus memahami aspek kesehatan menjadi paling penting.

Seperti hal nya mengajak masyarakat untuk membiasakan diri memakai masker di era kebiasaan baru saat ini. Menurutnya sama saja ketika jama dahulu menyuruh pengendara menggunakan helm saat berkendara motor juga sulit. Namun, beberapa lama, kebiasaan tersebut akhirnya bisa berubah dengan kesadaran akan keselamatan berkendara.
“Menyuruh orang pakai masker itu mirip menyuruh orang pakai helm ada jaman dulu, awalnya pasti seulit namun lama kelamaan nanti pasti terbiasa,” ujarnya
Untuk itu, Wakil Bupati tak bosan bosanya kembali mengajak kepada seluruh masyarakat agar selalu menjalankan protokol kesehatan dengan melaksanakan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Hal ini, merupakan cara yang paling efektif dan efisien untuk memutus mata rantai covid-19.
“Kita ingin mendorong kebiasaan masyarakat menggunakan masker dalam waktu cepat, secepat virus itu bisa menular dari satu orang ke orang lain,”Imbuh Arif.
Lebih lanjut Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi atas digelarnya acara tersebut. Menurutnya, kegiatan sebagai bukti warisan budaya yang tetap harus dilestarikan.
“” Atas nama pemerintah kami menyanbut baik kegiatan ini, semoga bisa terus dilestarikan,””imbuh Arif.
Adapun Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dimainkan oleh ki dalamg Kembar Purwpno Sinugoyanto dari Mirit, dengan Lakon “Kikis Tunggorono. Kegiatan juga dilakukan dengan tetap mengdepankan Protokol kesehatan Covid 19.(K24/THR).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















