SRUWENG, Kebumen24.com,- Misteri penemuan mayat perempuan tanpa identitas di Desa Kaliputih Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen Sabtu 14 Mei 2022 kemarin kini mulai terkuak. Ini setelah Wasriyadi, salah seorang warga Desa Sidoagung Kecamatan Sruweng memberikan keterangan bahwa jasad tersebut merupakan anak gadisnya yang masih duduk dibangku Kelas 2 SMP.
Saat ditemui di kediamannya, Senin 16 Mei 2022 kemarin, Wasriyadi mengaku jasad korban itu adalah benar benar anaknya bernama Fikih Alwati yang masih berusia 14 Tahun. Ini dikuatkan dengan ciri ciri dan pakaian korban yang ditemukan. Kendati begitu, ia masih tidak menyangka jika anak ke dua nya itu harus meninggal dengan cara tragis.
‘’ Ya itu anak ke dua saya, Korban 3 bersaudara. Ciri ciri korban dan pakaian yang dikenakan saya pastikan itu anak saya,’’ucapnya.
Ditengah suasana duka, Wasriyadi menuturkan awal mula mendengar kabar tersebut justru dari anak pertamanya yang di Bogor usai melihat media sosial. Setelah itu ia menghubungi pihak Polres Kebumen untuk memastikan bahwa mayat tersebut adalah anaknya.
‘’ Setelah dari Polres Kebumen kami diarahkan untuk ke RSUD dr Soedirman Kebumen. Dan setelah melihat ciri ciri fisik dan pakaian yang dikenakan, ternyata benar itu anak saya,’’ungkapnya.
Usai dilakukan Otopsi jenazah di Rumah Sakit Margono Purwokerto, jenazah kemudian diserahkan ke keluarga pada Minggu malam dan langsung di makamkan. Prose pemakaman berlangsung malam hari sekitar pukul 21: 00 Wib.
Wasriyadi meceritakan sebelumnya tidak pernah mendapat firasat apapun, terkait nasib yang akan menimpa anaknya tersebut. Hanya saja, sebelum kejadian korban sempat sakit selama 3 hari dan tidak masuk sekolah.
‘’ Hari Jum’at, 13 Mei 2022 sekitar pukul 14: 00 Wib, sebelum pergi korban juga sempat mencuci bajunya sendiri dan baju milik ibunya. Setelah mencuci baju itu, korban pergi menggunakan sepeda motor beat hitam,’’tuturnya.
Sebelum korban pergi, sang Ibu sempat menanyakan hendak kemana, namun korban tidak begitu menghiraukan. Korban juga tertutup terutama kepada orang tua dan kakaknya.
‘’ Anak saya sempat bilang “mama tenang bae” dan kami juga tidak tahu mau pergi kemana dan dengan siapa. Saat itu ia pake baju rapi celana jeans, jaket hoody tapi nggak pake helm, saya tanya mau kemana, dia jawabnya mau ngojeg.’’katanya.
Setelah pergi itu, orang tua mencoba menghubungi korban, namun tak ada kabar. Hingga hari Sabtu, korban juga tidak bisa dihubungi.
“Setelah pergi dari rumah langsung nggak ada kabar, WA telpon sudah nggak aktif,” Terangnya.
Kini pihak keluarga hanya bisa pasrah dan berharap kasus tersebut bisa segera terungkap. Terlebih jika benar anaknya jadi korban pembunuhan, ia meminta kepada kepolisian segara menangkap pelaku.(k24/imam)
Video :
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















