GOMBONG, Kebumen24.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) untuk memperkuat karakter dan kompetensi di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pesan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri penutupan Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (MASTA PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Rektorat Lantai 3 Unimugo, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Berdaya Aksi, Membentuk Insan Berkarakter” tersebut diikuti 1.028 mahasiswa baru.
MASTA PMB Unimugo berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 29 September–1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem akademik, kehidupan kemahasiswaan, hingga nilai-nilai Kemuhammadiyahan yang menjadi bagian dari identitas Unimugo.
Fajar mengatakan, mahasiswa Unimugo memiliki kesempatan untuk menjadi kader Muhammadiyah yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kompetensi yang kuat. Menurutnya, alumni perguruan tinggi Muhammadiyah selama ini mendapat kepercayaan untuk berkiprah di berbagai bidang.
“Adek-asek punya kesempatan emas untuk menempatkan diri menjadi kader-kader yang berkepribadian Muhammadiyah, karakter kuat dan kompetensi yang meyakinkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan AI membuat dunia pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan kognitif. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta berpikir kritis sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja.
Fajar juga menekankan pentingnya membangun budaya belajar sepanjang hayat. Ia menyebut perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut mahasiswa untuk terus belajar, bahkan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
“Selembar ijazah saja tidak cukup mewakili kompetensi yang akan kita bawa ke lapangan pekerjaan di dunia nyata,” katanya.
Karena itu, Fajar mendorong mahasiswa tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Ia menyarankan mahasiswa aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan sebagai ruang untuk melatih kemampuan kepemimpinan, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan nonakademik.
“Masuk ke dalam organisasi kemahasiswaan adalah pilihan strategis ketika mahasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unimugo menyampaikan bahwa kampusnya saat ini tengah melakukan transformasi dalam empat bidang, yakni kelembagaan, akademik, teknologi informasi (IT), dan sumber daya manusia.
Dalam pengembangan kelembagaan, Unimugo telah menyusun rencana strategis untuk mengembangkan rumpun ilmu kesehatan. Salah satu target yang tengah dipersiapkan yakni pendirian Fakultas Kedokteran.
“Kita sudah mengikuti bimtek yang diundang oleh Kementerian Pendidikan Tinggi. Insyaallah di akhir tahun 2026 kita akan upload proposal Fakultas Kedokteran dan semua persyaratan akan kita penuhi,” ungkapnya.
Setelah Fakultas Kedokteran berdiri, Unimugo juga berencana mengembangkan sejumlah program studi S1 rumpun kesehatan, seperti ilmu gizi, rekam medik, elektromedik, fisioterapi, perawat anestesi, perawat jantung, dan perawat mata.
Pengembangan juga diarahkan hingga jenjang pascasarjana. Unimugo telah menyiapkan S2 Keperawatan dan merencanakan S2 Hukum Kesehatan serta Magister Manajemen Rumah Sakit.
Rektor menambahkan, Unimugo juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan pascasarjana karena didukung enam rumah sakit milik Muhammadiyah, salah satunya RS PKU Muhammadiyah Gombong. Pengembangan tersebut juga diarahkan pada rumpun keilmuan yang dibutuhkan, termasuk geomedik.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan selamat kepada mahasiswa baru Unimugo yang memulai perjalanan pendidikan di perguruan tinggi. Ia berharap masa pendidikan di Unimugo menjadi bekal bagi mahasiswa untuk tumbuh dan menemukan jalan pengabdian masing-masing.
Lilis mengapresiasi Unimugo yang terus mengambil peran dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Kebumen. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu perhatian penting pemerintah daerah dalam pembangunan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, termasuk memperkuat kualitas pembelajaran, kapasitas guru, serta sarana dan prasarana pendidikan.
“Tahun ini 61 satuan pendidikan di Kebumen telah mendapatkan program revitalisasi. Bagi kami dukungan seperti ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Lilis berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi terus diperkuat untuk mendukung penguatan pendidikan di Kabupaten Kebumen serta memastikan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















