KEBUMEN, Kebumen24.com – Peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Kabupaten Kebumen diwarnai kegiatan membatik melibatkan para pelajar. Sebanyak 1.000 pelajar SMA Negeri 1 Klirong berkarya menggunakan canting dalam kegiatan Batik Kolosal Kontemporer 1.000 Canting yang digelar di GOR SMA Negeri 1 Klirong.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenalkan batik sebagai warisan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal proses membatik secara langsung sekaligus mengembangkan keterampilan dan kreativitas.
Para siswa menuangkan gagasan melalui karya batik yang mereka buat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus ikut mengembangkan batik khas daerah.
Semangat pelestarian budaya juga berlangsung di SMA Negeri 1 Kebumen. Peringatan Hari Batik Nasional dirangkai dengan peluncuran Bulan Bahasa yang memadukan batik, bahasa, dan ekspresi siswa sebagai bagian dari pembelajaran budaya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan pelestarian budaya perlu melibatkan generasi muda secara langsung. Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dikenalkan dan diwariskan, tetapi juga perlu diberi ruang untuk berkembang mengikuti kreativitas dan perubahan zaman.
Keterlibatan pelajar dinilai penting karena batik tidak hanya memiliki nilai budaya. Keterampilan dan kreativitas yang tumbuh dari proses membatik juga dapat membuka peluang dalam bidang kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
Peringatan Hari Batik Nasional di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik. Para pelajar juga perlu mendapat ruang untuk berkarya, mengenal potensi daerah, serta mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal di masa depan. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















