KEBUMEN, Kebumen24.com – Berangkat dari kepedulian terhadap ketahanan keluarga Indonesia, Yayasan Bina Cinta Keluarga (BCK) Kebumen menggaungkan pentingnya membangun keluarga yang aman, hangat, dan minim konflik melalui Webinar Nasional bertajuk “Keluarga Tanpa Drama: Menciptakan Keluarga yang Aman, Hangat, dan Minim Konflik”, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kesehatan psikologis keluarga, komunikasi antaranggota keluarga, serta kemampuan mengelola konflik menjadi hal penting di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.
Webinar ini menghadirkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, M.Si., yang memberikan sambutan pembuka. Adapun dua narasumber yang dihadirkan yakni Dr. Raden Rachmy Diana, S.Psi., M.A., Psikolog, dan Dr. Risydah Fadilah, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Keduanya diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya membangun hubungan keluarga yang sehat, mengelola emosi secara bijaksana, serta menciptakan lingkungan rumah yang mendukung kesejahteraan psikologis seluruh anggota keluarga.
Founder Yayasan Bina Cinta Keluarga Kebumen, Prof. Dr. Azam Syukur Rahmatullah, S.H.I., M.S.I., M.A., M.Psi., menegaskan bahwa keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, kepribadian, dan kesehatan psikologis seseorang. Keluarga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pertama bagi setiap individu untuk belajar tentang kasih sayang, penerimaan, komunikasi, dan penyelesaian masalah.
Menurutnya, konsep keluarga tanpa drama bukan berarti sebuah keluarga harus terbebas sepenuhnya dari perbedaan pendapat atau konflik. Hal yang lebih penting adalah kemampuan setiap anggota keluarga dalam menghadapi persoalan secara dewasa tanpa menjadikan rumah sebagai ruang yang dipenuhi pertengkaran, penghinaan, atau luka emosional.
“Keluarga yang sehat bukanlah keluarga yang tidak pernah mengalami konflik, melainkan keluarga yang mampu mengelola konflik dengan bijaksana, saling menghargai, dan tetap menjaga rasa aman psikologis setiap anggotanya,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Prof. Azam berharap webinar nasional ini tidak sekadar menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengevaluasi dan memperbaiki pola komunikasi serta interaksi dalam keluarga masing-masing.
Ia menekankan, upaya membangun keluarga yang sehat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, peningkatan kesadaran orang tua, kemampuan mengelola emosi, serta penanaman nilai-nilai kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Panitia Webinar Nasional, Estria Sholihatun Nur Jannah, M.Pd., yang mewakili Yayasan Bina Cinta Keluarga Kebumen, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk memperluas akses edukasi keluarga bagi masyarakat lintas daerah.
Menurut Estria, keluarga saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan komunikasi antarpasangan, perbedaan pola pengasuhan, kesulitan mengelola emosi, hingga dinamika hubungan orang tua dan anak. Karena itu, masyarakat membutuhkan ruang belajar yang membantu mereka memahami persoalan keluarga secara lebih terbuka dan konstruktif.
Ia berharap para peserta memperoleh wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pengetahuan yang didapat tidak berhenti pada forum seminar, tetapi berlanjut menjadi perubahan perilaku dalam keluarga.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk semakin memahami bahwa keluarga yang aman, hangat, dan minim konflik perlu dibangun melalui komunikasi yang sehat, empati, dan komitmen seluruh anggota keluarga,” menjadi pesan yang disampaikan panitia.
Webinar nasional tersebut dipandu oleh Wiwit Nutria Rinjani, S.Sos., sebagai moderator. Diskusi diarahkan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai dinamika keluarga dan berbagai pendekatan yang dapat diterapkan untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat.
Melalui pemaparan para narasumber, peserta diajak memahami bahwa kualitas keluarga tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan material, tetapi juga oleh kualitas hubungan emosional, komunikasi, rasa aman, dan kemampuan setiap anggota keluarga untuk saling mendukung.
Keluarga yang sehat secara psikologis memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, bagi pasangan untuk membangun kemitraan yang saling menghargai, serta bagi seluruh anggota keluarga untuk merasa diterima dan dihargai.
Melalui webinar nasional ini, BCK Kebumen berupaya memperluas gerakan edukasi keluarga dari tingkat lokal hingga nasional. Yayasan tersebut ingin mendorong kesadaran bahwa membangun keluarga yang kuat bukan hanya menjadi urusan pribadi setiap rumah tangga, melainkan juga bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat.
Dengan menjangkau sekitar 200 peserta dari berbagai kota di Indonesia, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari semakin luasnya kolaborasi dan gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga.
Dari Kebumen untuk Indonesia, Yayasan Bina Cinta Keluarga berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi, pendampingan, dan gerakan nyata demi terwujudnya keluarga Indonesia yang lebih aman, hangat, sehat secara psikologis, dan minim konflik. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














