Pemerintahan

Buka di Ambal, Apotek Luk UloBidik Penurunan Harga Obat 8–12 Persen, Laba Bersih Naik Jadi Rp780 Juta

×

Buka di Ambal, Apotek Luk UloBidik Penurunan Harga Obat 8–12 Persen, Laba Bersih Naik Jadi Rp780 Juta

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — PT Luk Ulo Farma, badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Kebumen, membidik penurunan biaya pengadaan obat sebesar 8–12 persen. Target tersebut diharapkan tercapai pada 2027 melalui rencana pengembangan usaha menjadi Pedagang Besar Farmasi (PBF), sehingga rantai distribusi obat dapat dipangkas dan pengadaan lebih efisien.

Direktur PT Luk Ulo Farma, Suharyanto, mengatakan langkah tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi fasilitas kesehatan di Kabupaten Kebumen, terutama 35 puskesmas dan dua rumah sakit umum daerah (RSUD).

Selama ini, menurut Suharyanto, distribusi obat melibatkan distributor dari luar daerah dengan margin sekitar 12–18 persen. Dengan menjadi PBF, Luk Ulo Farma berharap dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok obat sekaligus menekan biaya distribusi.

“Melalui pengembangan usaha ini, kami berharap pengadaan obat bisa lebih efisien sehingga biaya dapat ditekan dan manfaatnya dirasakan oleh fasilitas kesehatan di Kebumen,” demikian arah pengembangan usaha yang disampaikan manajemen perusahaan.

Laba Bersih Meningkat, Kontribusi untuk PAD Berpeluang Bertambah

Rencana pengembangan tersebut sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan data yang disampaikan manajemen, laba bersih PT Luk Ulo Farma meningkat dari sekitar Rp280 juta pada akhir 2025 menjadi Rp780 juta pada 2026.

Peningkatan tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk memperbesar kontribusi dividen kepada pemerintah daerah yang selanjutnya dapat mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski demikian, realisasi target efisiensi pengadaan obat masih bergantung pada kesiapan perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan merealisasikan rencana menjadi PBF.

Untuk mendukung rencana itu, Luk Ulo Farma telah mengajukan permohonan penggunaan aset milik Pemerintah Kabupaten Kebumen. Sejumlah lokasi yang dipertimbangkan antara lain bekas Gedung Pramuka dan gedung PMI.

Keberadaan fasilitas distribusi tersebut diharapkan menjadi salah satu penunjang pengembangan usaha perusahaan dalam memperluas layanan penyediaan obat.

Buka Apotek Keenam di Ambal

Selain membidik pengembangan distribusi farmasi, Luk Ulo Farma terus memperluas jaringan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Perusahaan tersebut meresmikan apotek cabang keenam di Jalan Daendels, tepatnya di seberang SMP Negeri 1 Ambal, pada Jumat (9/10/2026).

Kehadiran apotek baru ini diharapkan mempermudah masyarakat Kecamatan Ambal, Bonorowo, Mirit, dan wilayah sekitarnya dalam memperoleh kebutuhan obat-obatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Perluasan jaringan apotek menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendekatkan layanan farmasi kepada masyarakat, sekaligus memperkuat jangkauan usaha di wilayah Kabupaten Kebumen.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, berharap pengembangan PT Luk Ulo Farma dapat berjalan beriringan dengan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Dengan demikian, perusahaan daerah tersebut tidak hanya dituntut meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Peresmian apotek keenam itu turut diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta penyaluran bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.