Wisata

Tak Sekadar Wisata, Goa Jatijajar Kini Jadi Geosite Geopark Kebumen Berkelas Dunia

739
×

Tak Sekadar Wisata, Goa Jatijajar Kini Jadi Geosite Geopark Kebumen Berkelas Dunia

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Menjelang akhir pekan, Goa Jatijajar menjadi pilihan destinasi wisata yang layak dipertimbangkan. Objek wisata alam unggulan Kabupaten Kebumen ini tak hanya menawarkan pesona keindahan bawah tanah, tetapi juga menyimpan nilai geologi, sejarah, dan budaya yang kini telah diakui dunia internasional.

Goa Jatijajar terletak di kawasan perbukitan kapur Karst Gombong Selatan, sekitar 33 kilometer dari pusat Kota Kebumen atau dapat ditempuh kurang lebih 55 menit perjalanan darat. Akses jalan yang mudah membuat destinasi ini ramah bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Secara geografis, Goa Jatijajar terbentuk secara alami dari batuan kapur dengan panjang mencapai 250 meter, lebar rata-rata 15 meter, dan tinggi hingga 12 meter. Kawasan wisata ini memiliki luas sekitar 5,5 hektare dan berada pada ketinggian 50 meter di atas permukaan laut.

Sejarah penemuan Goa Jatijajar bermula pada tahun 1802 M. Saat itu, seorang petani bernama Jayamenawi secara tidak sengaja terjatuh ke dalam sebuah lubang vertikal yang ternyata merupakan ventilasi alami atau aven di langit-langit gua. Lubang tersebut memiliki diameter sekitar 4 meter dengan kedalaman mencapai 24 meter.

Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada Bupati Ambal, salah satu penguasa Kebumen kala itu. Ketika meninjau lokasi, sang bupati menemukan dua pohon jati yang tumbuh berdampingan dan sejajar di tepi mulut gua. Dari peristiwa inilah nama Goa Jatijajar berasal.

Awalnya, mulut gua tertutup timbunan tanah. Setelah dilakukan pembongkaran dan penataan kawasan, Goa Jatijajar resmi dibuka sebagai objek wisata pada tahun 1976. Proses pengembangannya dimulai sejak 1975 atas inisiatif Gubernur Jawa Tengah saat itu, Suparjo Rustam.

Kini, Goa Jatijajar menjadi bagian penting dari Geosite Geopark Kebumen yang telah resmi diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada 17 April 2025 melalui Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris. Pengakuan tersebut menegaskan nilai penting Goa Jatijajar sebagai warisan geologi, hayati, dan budaya berkelas dunia.

Sebelumnya dikenal sebagai Geopark Karangsambung–Karangbolong, Geopark Kebumen terus berkembang dengan cakupan wilayah yang lebih luas serta pengelolaan berkelanjutan. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai wilayah konservasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan geowisata dan ekowisata.

Memasuki area dalam gua, pengunjung disuguhi panorama stalaktit, stalagmit, serta pilar-pilar kapur yang terbentuk dari pertemuan keduanya. Proses pembentukan ornamen gua ini berlangsung sangat lambat, hanya sekitar 1 milimeter per tahun, menandakan usia gua yang sangat tua.

Sebagai simbol kehidupan purba, sebuah patung dinosaurus berdiri di area depan gua. Selain itu, terdapat delapan diorama dengan total 32 patung yang menggambarkan legenda Raden Kamandaka atau Lutung Kasarung, putra mahkota Kerajaan Pajajaran yang dikenal dengan nama Banyak Cakra.

Direktur Goa Jatijajar, Mukhsinun, S.H.I., M.E.I., mengungkapkan Goa Jatijajar juga memiliki tujuh sumber mata air atau sendang. Empat di antaranya terkenal dan mudah dijangkau wisatawan.

“Sendang Jombor dan Sendang Puserbumi masih dijaga kealamiannya dan dianggap sakral oleh masyarakat, sehingga hanya bisa diakses dengan pendampingan juru kunci,” ujarnya Jumat 30 Januari 2026.

Sementara itu, Sendang Mawar dipercaya mampu membuat awet muda, sedangkan Sendang Kantil diyakini dapat membantu mewujudkan cita-cita atau hajat seseorang. Kepercayaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Tak hanya menawarkan wisata gua, pengunjung juga dapat menikmati berbagai wahana rekreasi keluarga di area luar, seperti ATV, motor listrik, otopad, becak cina, wisata air bebek gowes, hingga taman labirin. Fasilitas pendukung pun terbilang lengkap, mulai dari area parkir luas, toilet, mushola dan masjid, kios kuliner, hingga pusat oleh-oleh khas Kebumen.

Dengan perpaduan wisata alam, edukasi geologi, nilai budaya, serta fasilitas yang memadai, Goa Jatijajar menjadi destinasi wisata yang cocok untuk semua kalangan.

“Sebagai warga Kabupaten Kebumen, kita patut berbangga karena Geopark Kebumen telah diakui dunia internasional melalui UNESCO Global Geopark. Mari bersama-sama menjaga kelestarian alam dan budaya untuk generasi mendatang,” imbuhnya.(K24/*)

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.