OpiniSOSIAL

Kasus Bunuh Diri Diduga Akibat Kelaparan di Buayan Ibarat Tikus Mati di Lumbung Padi, Ketua PCNU Kebumen Instruksikan Penguatan Keluarga Maslahah

1691
×

Kasus Bunuh Diri Diduga Akibat Kelaparan di Buayan Ibarat Tikus Mati di Lumbung Padi, Ketua PCNU Kebumen Instruksikan Penguatan Keluarga Maslahah

Sebarkan artikel ini
Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tragedi bunuh diri satu keluarga yang diduga dipicu tekanan ekonomi dan kelaparan di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, memantik keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Peristiwa ini dinilai sebagai anomali sosial di tengah narasi ketahanan pangan nasional dan daerah yang selama ini diklaim surplus.

Hal itu disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, dalam keterangan resminya, seraya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para korban, Sabtu (10/1/2026). Menurutnya, kejadian tersebut sebagai ironi besar yang tidak boleh diabaikan.

“Di saat pemerintah pusat maupun daerah terus menguatkan ketahanan pangan dan melaporkan surplus, justru masih ditemukan keluarga yang terhimpit ekonomi hingga memilih jalan tragis. Ini ibarat tikus mati di lumbung padi,” tegasnya.

Menurutnya, tragedi tersebut harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat, terutama aparatur pemerintah di tingkat desa dan lingkungan terdekat, agar lebih peka terhadap kondisi sosial warganya. Ia menilai, kepekaan sosial dan respons dini sangat menentukan pencegahan krisis kemanusiaan serupa.

“Kalau sejak awal ada kepedulian dan respons cepat, misalnya melaporkan ke dinas sosial atau lembaga filantropi, solusi sebenarnya bisa diupayakan bersama. Ini yang harus diperkuat,” jelasnya.

Dr. Imam Satibi menambahkan, peristiwa ini semakin memilukan karena melibatkan anak-anak yang tidak berdosa. Ia menekankan bahwa tragedi tersebut harus dijadikan cermin bersama agar tidak terulang, khususnya di wilayah-wilayah kantong kemiskinan di Kabupaten Kebumen.

Lebih lanjut, ia menyoroti faktor ekonomi kerap diperparah oleh persoalan ketidakharmonisan keluarga. Oleh karena itu, PCNU Kebumen melalui Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) akan mendorong penguatan program keluarga maslahah sebagai basis perjuangan ri’âyatul usrah di tingkat desa.

Program tersebut difokuskan pada keluarga NU yang rentan terhadap persoalan sosial seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perlindungan anak, hingga ketimpangan sosial. Ia pun mengajak seluruh jajaran NU, baik di tingkat MWC maupun ranting, untuk aktif terlibat dalam program-program keumatan dan kemaslahatan keluarga.

Selain itu, Dr. Imam Satibi mengingatkan agar ketimpangan sosial tidak semakin melebar seiring pesatnya pembangunan dan kemajuan teknologi. Menurutnya, akses informasi bagi masyarakat pinggiran harus terus dibuka agar mereka berani melapor ketika menghadapi krisis sosial, KDRT, maupun perundungan.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan agama agar masyarakat memiliki daya ikhtiar dan tidak terjebak pada pemahaman fatalisme yang keliru.

“Mari kita jaring dan perkuat keluarga maslahah NU. Dari keluarga yang kokoh, insyaallah terwujud masyarakat yang sejahtera dan negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Terlebih Kebumen masih menghadapi tantangan tingginya angka kemiskinan dan perceraian,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, digemparkan oleh peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang ibu dan anak balitanya, Selasa (6/1/2026) malam. Kedua korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumah sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban diketahui berinisial AA (44) dan anak perempuannya AT (5). Sementara itu, anak sulung korban AZ (8) berhasil menyelamatkan diri dan menjadi saksi kunci dalam pengungkapan peristiwa tersebut.

Peristiwa terungkap setelah AZ mendatangi kerabatnya untuk meminta pertolongan. Laporan itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani, menjelaskan anak korban sempat berada dalam situasi berbahaya, namun berhasil keluar rumah sebelum kejadian berujung fatal.

“Anak yang duduk di kelas 2 SD itu selamat. Di lokasi memang sudah disiapkan alat, namun korban selamat berhasil menyelamatkan diri,” ungkapnya, Jumat (9/1/2026).

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada persoalan ekonomi dan konflik rumah tangga sebagai pemicu utama. Korban diketahui telah ditinggal suaminya selama sekitar dua tahun terakhir.

“Kami menemukan pesan-pesan di ponsel korban yang tidak pernah mendapat balasan. Sehari sebelum kejadian, pesan WhatsApp korban hanya dibaca lalu kontaknya diblokir,” jelas Saebani.

Selain itu, polisi juga menemukan unggahan bernada emosional di akun media sosial yang diduga milik korban, yang mengindikasikan tekanan psikologis berat sebelum kejadian.

Tragedi ini mendapat perhatian serius dari Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Pada Jumat (9/1/2026), Bupati bersama jajaran dinas terkait mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pendampingan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir agar keluarga tidak merasa sendiri. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, serta pembebasan biaya visum. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” ujar Bupati.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Kebumen menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ. Pemerintah daerah juga menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi AZ agar memiliki penghasilan tetap dan dapat fokus mendampingi tumbuh kembang anak tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan dengan pendekatan ramah anak.

“AZ menunjukkan gejala trauma, seperti ketakutan terhadap orang asing. Pendampingan dilakukan melalui komunikasi ringan dan permainan,” jelasnya.

Selain trauma healing, keluarga besar juga diberikan edukasi agar tidak membicarakan ulang peristiwa tersebut di hadapan anak. Pemkab Kebumen memastikan pendampingan lintas sektor terus dilakukan demi menjamin hak pendidikan, kesehatan, dan perlindungan psikososial korban selamat. (K24/”)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.