KEBUMEN, Kebumen24.com – Aksi nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan mandiri terus dilakukan masyarakat. Kelompok Pemuda Tani Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, mulai mengolah lahan untuk persiapan penanaman semangka secara serentak, Kamis (19/12/2025).
Upaya ini merupakan bentuk dukungan langsung terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Lahan pesisir selatan Desa Setrojenar dimanfaatkan secara optimal oleh para pemuda tani untuk budidaya buah semangka yang memiliki nilai ekonomi cukup menjanjikan.
Sukamto, salah satu anggota Kelompok Pemuda Tani Setrojenar, mengatakan saat ini dirinya bersama sejumlah petani muda lainnya tengah fokus pada tahap pengolahan lahan. Ia mengaku akan menanam sekitar 4.000 batang bibit semangka pada musim tanam kali ini.
“Saat ini kami bersama petani lainnya sedang menyiapkan lahan. Untuk lahan saya sendiri rencananya akan ditanami sekitar 4.000 batang bibit semangka,” ujar Sukamto.
Menurutnya, di sekitar lokasi lahan tersebut terdapat sekitar 16 petani muda yang juga melakukan persiapan tanam. Penanaman dilakukan secara serentak dengan harapan masa panen nantinya bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan, saat permintaan buah semangka biasanya meningkat dan harga relatif lebih baik.
“Musim tanam kali ini dilakukan bareng-bareng. Perkiraannya nanti panen pas bulan Ramadan, yang biasanya permintaan naik dan harganya juga cukup bagus,” imbuhnya.
Sukamto menambahkan, perawatan tanaman semangka di lahan berpasir membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal penyiraman air. Bahkan, dalam satu hari penyiraman bisa dilakukan hingga dua kali, yakni pada pagi dan sore hari.
Sementara itu, Darno, petani semangka lainnya, menjelaskan bahwa biaya perawatan tanaman semangka dari awal tanam hingga panen rata-rata mencapai sekitar Rp3 juta untuk setiap 1.000 batang. Oleh karena itu, menurutnya, jumlah tanaman yang ditanam harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing petani.
“Kalau dari tanam sampai panen, rata-rata butuh biaya sekitar tiga juta rupiah per seribu batang. Jadi memang harus menyesuaikan dengan kemampuan petaninya,” kata Darno.
Meski demikian, para petani menilai program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah merupakan langkah yang cukup baik. Namun, mereka berharap realisasinya bisa lebih dirasakan langsung oleh petani di lapangan, terutama terkait kemudahan akses pupuk bersubsidi yang hingga kini masih dirasa sulit.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















