SENI BUDAYA

Khitankan Putranya, Pengacara Asal Kebumen Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

1443
×

Khitankan Putranya, Pengacara Asal Kebumen Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

Sebarkan artikel ini
Ki Dalang Wartun Gatiwicoro membawakan lakon Wana Mandalasara dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada acara Walimatul Khitan Ananda Eru Cokro di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen.

KEBUMEN, Kebumen24.com — Nuansa budaya Jawa terasa kental di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Sabtu malam (27/12/2025). Ratusan warga memadati lokasi pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar dalam rangka Walimatul Khitan Ananda Eru Cokro, putra dari pasangan Sururudin, SH, LLM dan Hapsari Kusumaningdyah.

Pagelaran wayang kulit tersebut menghadirkan Ki Dalang Wartun Gatiwicoro, dalang kondang yang dikenal piawai membawakan lakon-lakon sarat nilai filosofi kehidupan. Dalam kesempatan itu, Ki Dalang Wartun menyuguhkan lakon “Wana Mandalasara”, sebuah kisah yang mengandung pesan tentang keteguhan hati, perjuangan hidup, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan lahir dan batin.

Sejak pukul 19.00 WIB, warga Desa Bojongsari dan desa-desa sekitar tampak antusias menyaksikan jalannya pertunjukan. Alunan gamelan yang berpadu dengan tembang sinden, disertai dialog pewayangan yang komunikatif dan sarat makna, menciptakan suasana hangat, hidup, dan penuh keakraban hingga larut malam.

Tuan rumah sekaligus penyelenggara acara, Sururudin, SH, LLM, yang dikenal sebagai pengacara asal Kebumen yang berkiprah di Jakarta, menyampaikan pagelaran wayang kulit ini merupakan wujud rasa syukur atas kelancaran Walimatul Khitan putranya. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata kecintaan keluarga terhadap seni dan budaya leluhur.

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Melalui pagelaran ini, kami berharap nilai-nilai luhur budaya Jawa terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda, termasuk kepada putra kami, Eru Cokro,” ujar Sururudin.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, kerabat, serta tamu undangan yang telah hadir dan turut menyukseskan acara. Menurutnya, doa dan kebersamaan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap hajat keluarga.

Pagelaran wayang kulit berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan hingga menjelang pagi. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta meneguhkan komitmen masyarakat dalam melestarikan seni dan budaya tradisional Jawa.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.