KARANGSAMBUNG, Kebumen24.com – Tradha Foundation kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi penerus bangsa melalui program Youth Leadership Camp (YLC) by Tradha Rajasa Negara. Gelaran pelatihan kepemimpinan ini resmi ditutup pada Minggu, 16 November 2025, setelah berlangsung intensif selama dua hari di Kampus Geologi Luk Ulo, Karangsambung, Kebumen.
Sebanyak 80 peserta dari jenjang SMA/sederajat hingga perguruan tinggi aktif terlibat dalam rangkaian kegiatan yang dikemas inspiratif, interaktif, sekaligus memperkuat jejaring lintas daerah dan lintas disiplin. Suasana antusias terlihat sejak awal hingga akhir acara, menandai tingginya semangat anak muda untuk belajar, memimpin, dan berkontribusi.
Acara penutupan dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi pimpinan OPD dan Camat Karangsambung. Kehadiran mereka disambut hangat oleh dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Yayasan Tradha Rajasa Negara.
Turut hadir Ir. Istanto, Manajer Operasional Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung, serta para narasumber inspiratif seperti dr. Nurdiana Sari Sp.OG dan Astin Nurdiana, ST, MT, Ph.D, yang menyampaikan materi dari berbagai perspektif keilmuan dan pengalaman.
Selama pelatihan, para peserta dibekali materi kepemimpinan, politik, wirausaha, isu kesehatan mental, geopark, seni budaya, hingga pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan stunting. Materi disampaikan oleh pemateri lintas profesi: politisi, akademisi, tenaga kesehatan, dan praktisi kewirausahaan—menjadikannya sebuah leadership camp yang holistik dan relevan.
Taorin Regilian, mahasiswi Fakultas Farmasi UGM, mengungkapkan bahwa YLC bukan sekadar pelatihan, tetapi juga ruang tumbuh.
“Acaranya sangat menyenangkan dan materinya insightful, mulai dari kepemimpinan, politik, entrepreneurship, kesehatan, hingga emansipasi wanita. Ada sesi serius dan fun games yang menambah bonding dan relasi antar peserta,” ujarnya.
Sementara Wirdayanti Mtuhoharoh, mahasiswa Hubungan Internasional Unsoed, menilai sesi debat sebagai pengalaman yang sangat berharga.
“Jarang ada foundation yang menyediakan sesi debat. Dan tema debatnya sangat relevan dengan isu yang sedang dibicarakan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, YLC telah mendorong peserta tidak hanya memahami isu, tetapi juga berani bersuara dan menyampaikan argumen.
Dalam sambutannya, dr. Reza menegaskan bahwa YLC adalah proses penting dalam membentuk kepercayaan diri generasi muda.
“Banyak yang melihat anak muda sebagai kelemahan karena dianggap kurang pengalaman. YLC hadir untuk membalik pandangan itu. Anak-anak Kebumen harus percaya diri, mampu, dan berani didengar,” tegasnya.
Ia menutup dengan seruan kuat: “Saatnya yang muda memimpin. Saatnya yang muda membawa perubahan.”
Bupati Lilis Nuryani pun memberikan pesan mendalam mengenai kepemimpinan sejati.
“Kepemimpinan tidak muncul tiba-tiba. Saya juga melalui proses panjang, belajar dari jatuh dan bangun,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa pemimpin harus memiliki hati yang peka, mau mendengar, dan peduli pada masyarakatnya.
“Berani memilih jalan yang benar, meski tidak nyaman. Mau mendengar dan menghargai orang lain. Tetap rendah hati serta terus belajar,” tutupnya.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat, penghargaan peserta terbaik, dan pengumuman juara.
Daftar Penghargaan YLC 2025:
- Best Games: Kelompok Anggada
- Best Group: Kelompok Bima
- 3rd Best Participant: Ahmad Kholawi
- 2nd Best Participant: Arin Syafingatullazizah
- 1st Best Participant: Alif Pradana Putra
Selain itu, sertifikat penghargaan juga diberikan secara simbolis kepada perwakilan peserta, Zuliansyah Anjar Zulfikar, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta.
Dengan selesainya YLC 2025, Tradha Foundation berharap muncul lebih banyak pemimpin muda yang progresif, berintegritas, dan siap membawa perubahan untuk Kebumen dan Indonesia.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















