PEJAGOAN, Kebumen24.com,- Persatuan Orang Tua Anak Down Sindrome (Potads) menggelar Bulan Peduli Down Sindrome. Dalam kegiatan itu juga sekaligus melaunching Roufa 21.
Acara berlangsung di Kampung Etnik Pejagoan Minggu, 31 Oktober 2021. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial dan PPKB Kebumen Eko Widyatmoko, Camat Pejagoan Ida Indrayani Akmal, dan juga Forkopimcam Pejagoan.
Untuk memberikan motivasi dan kepercayaan diri para anak down Sindrome kegiatan diisi dengan pementasan modelling dan senam anak hebat dari Winner Disabilitas School. Mereka tampak senang dan bersemangat ketika diatas panggung dengan dimentori oleh Priscillia Ismawati guru dari sekolah tersebut.
Kepala Dinsos PPKB Eko Widiyatmoko dalam sambutannya menyampaikan dengan adanya kegiatan bulan peduli down Sindrome ini diharapkan menjadi motivasi dan sebagai ajang silaturahmi bagi orang tua. Disamping itu, dengan kegiatan ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri bagi para anak down Sindrome.
Pemerintah Kabupaten Kebumen juga telah mencanangkan diri sebagai Kabupaten Inklusi. Dimana pemerintah juga telah merintis sekolah inklusi pada sekolah sekolah. Disamping itu fasilitas kesehatan dan juga fasilitas umum yang ada di Kebumen kini juga ramah akan para disabilitas.
Eko menambahkan, untuk mengasah ketrampilan para penyandang disabilitas juga telah diberikan berbagai pelatihan oleh pemerintah. Hal tersebut, merupakan bentuk perhatian pemerintah agar mereka bisa lebih mandiri di masa mendatang.
” Difabel dibalik kekurangan banyak anugrah, yang patut disyukuri yang perlu kesabaran untuk mengasah nya,” Ucapnya.
Sementara itu Ketua Potads Kebumen Ida Widiastuti mengatakan anak down Sindrome juga memliki hak pendidikan yang sama seperti anak normal pada umumnya. Mereka juga memiliki bakat, prestasi.
Untuk itu, demi meningkatkan kepercayaan diri mereka perlu adanya dukungan yang kuat dari orang tua maupun pemerintah. Sehingga apabila bakat mereka terus digali, ia yakin anak down Sindrome pasti akan bisa berprestasi.
” Mereka adalah karunia yang patut disyukuri, bakat yang terpendam pasti akan keluar jika itu digali secara terus menerus,” Ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng, sebagai tanda peluncuran Roufa 21 yang dilakukan oleh Ka dinsos PPKB Kebumen Eko Widiyatmoko. Dimana Roufa 21 merupakan sebuah wadah bagi mereka yang memiliki kekurangan.
Ketua Roufa 21 Tur Hartoto usai kegiatan mengatakan dengan berdirinya Roufa 21 yang dalam bahasa arab artinya setia, welas asih dan penyayang merupakan betuk kepedulian bersama agar mereka merasa tidak sendiri. Yang pada akhirnya menumbuhkan kepercayaan diri mereka di tengah masyarakat.
Roufa 21 sendiri menginginkan para difabel ke depan dapat berkiprah di tengah masyarakat dengan bakat dan ketrampilan yang dimiliki. Saat ini juga telah banyak dari para difabel yang telah diterima dan bekerja karena ketrampilan yang dimiliki mereka.
Untuk itu, kedepan pihaknya berharap agar ada perhatian dari pemerintah. Untuk memberikan kesempatan bagi para difabel bekerja di lingkungan pemerintahan.
” Harapan kedepan itu dari pemerintah ada kebijakan untuk mengalokasikan untuk bisa mendorong kesana, agar bisa mensejahterakan secara pribadi ataupun keluarganya,” Tuturnya.(K24/IMM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















