KesehatanLingkungan HidupReligi

Tidak Patuhi Protokol Kesehatan, Satgas ‘’Jogo Santri’’ Alhasani Terapkan Sanksi Baca Alquran

1481
×

Tidak Patuhi Protokol Kesehatan, Satgas ‘’Jogo Santri’’ Alhasani Terapkan Sanksi Baca Alquran

Sebarkan artikel ini
FOTO TIM SATGAS JOGO SANTRI

ALIAN, Kebumen24.com –  Upaya penanganan covid-19 melalui program ‘’ Jogo Santri’’ telah diaplikasikan di lingkungan pondok pesantren. Salah satunya dilakukan oleh pondok pesantren alhasani desa jatimulyo kecamatan alian kebumen.

 

Selain secara ketat menerapkan protokol kesehatan, seluruh aktivitas mengaji dan lainnya, juga dilakukan dengan disiplin menerapkan 3 m yakni memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan, dan menjaga jarak.

 

Seperti yang diterapkan pada Minggu 11 Oktober 2020. Tim Satgas Jogo Santri tak segan segan memberikan sangsi kepada santri yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Meski begitu sanksi yang diterapkan lebih bersifat edukasi dan bermamfaat bagi santri.

 

Adapun hukuman yang diberikan, yakni membaca amalan surat pendek, amalan kitab, serta hukuman olaharaga fisik seperti senam atau pushup.

 

FOTO TIM SATGAS JOGO SANTRI

Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani Gus Fachrudin Achmad Nawawi menjelaskan, Tim Satgas Jogo Santri yang dibentuk sejak bulan agustus 2020 lalu ini terdiri dari santri senior putra dan putri. Mereka bertugas menjaga dan mangawasi keluar masuknya para santri dengan maksut untuk mencegah penularasan virus covid 19 di lingkungan pesantren.

 

‘’ Tugas meraka yaitu melakukan penertiban dan pendisiplinan kebersihan lingkungan pesantren. Mulai dari dikamar kamar santri hingga penerapan protokol kesehatan para santri saat beraktivitas di pondok,’’ungkapnya.

 

FOTO JOGO SANTRI PUTRI

Selain itu, satgas jogo santri juga bertugas memberikan sosialisasi, edukasi kepada para santri agar paham akan pentingnya protokol kesehatan. Disis lain, Satgas Jogo Santri juga akan mencatat seluruh tamu pondok termasuk melarang sementara waktu bagi orang tua santri yang akan membesuk anaknya.

 

‘’Untuk sementara waktu kita tidak perbolehkan orang tua yang ingin membesuk anaknya. Kecuali sangat penting, itupun harus mengikuti penduan protokol kesehatan yang diterapkan jogo santri,’imbuh Gus Fachru.

 

Sementara itu, Ketua Satgas Jogo Santri Ponpes Alhasani Ahmad Muzaini berharap, dengan adanya satgas jogo santri ini para santri bisa lebih mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari wabah virus covid 19.

 

‘’ Kita ingin para santri bisa terus mematuhi protokol kesehatan tanpa harus ada yang mengawasi,’’ujarnya. (K24/THR).

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.