SOSIAL

“Perempuan Hijaukan Hutan”, Kostajasa Tanam Ribuan Pohon di Kebumen

1028
×

“Perempuan Hijaukan Hutan”, Kostajasa Tanam Ribuan Pohon di Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – KSU Taman Wijaya Rasa (Kostajasa) menggelar kegiatan Penanaman Hutan Bersama 2025 dengan tema “Perempuan Hijaukan Hutan” pada Rabu, 10 Desember 2025. Seremoni pembukaan dipusatkan di SD Negeri 1 Wagirpandan, Kecamatan Rowokele, sebelum dilanjutkan penanaman pohon di kawasan hutan Desa Wagirpandan dan sejumlah titik lain di wilayah Kebumen.

Kegiatan tahun ini melibatkan ratusan peserta dari 22 Kelompok Tani Hutan dampingan Kostajasa, mulai dari pelajar, mahasiswa pecinta alam, organisasi perempuan, hingga kelompok ibu-ibu PKK dari berbagai wilayah.

Manager Kostajasa, Untung, mengatakan  kegiatan tahun ini secara khusus menggandeng komunitas perempuan dan kelompok PKK. Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam upaya menjaga lingkungan dan kelestarian hutan.

“Tahun ini kami menggandeng komunitas perempuan dan kelompok PKK dengan tema ‘Perempuan Hijaukan Hutan’. Kami percaya kekuatan perempuan dalam menjaga lingkungan sangat dominan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak 2021 Kostajasa telah mulai melibatkan perempuan dalam kelompok tani yang sebelumnya didominasi laki-laki. Hingga 2025, jumlah perempuan yang ikut aktif semakin meningkat.

Selain perempuan, kegiatan ini juga menyasar generasi muda. Untung menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap alam sejak dini.

“Sejak 2021 kami mulai mengenalkan gerakan ini, dan sekarang sudah banyak perempuan yang bergabung. Dan bagi anak-anak lebih mengenalkan serta menanamkan cinta alam kepada generasi muda,”. tambahnya.

Pada kesempatan ini, Kostajasa menargetkan penanaman 30 ribu pohon yang terbagi dalam tiga jenis yaitu Produktif, Konservasi, dan MPTS (Multi Purpose Trees Species) Buah-Buahan Andetes. Tanaman produktif meliputi albasiah, jati, dan jabon, sedangkan tanaman konservasi mencakup beringin dan beberapa jenis lain yang berfungsi menjaga ekosistem hutan.

Penanaman di Wagirpandan menjadi titik awal, sementara ribuan pohon lainnya akan disebar di beberapa wilayah di Kebumen. Untung menjelaskan bahwa Desa Wagirpandan dipilih karena memiliki sumber mata air penting.

“Desa ini merupakan daerah dengan sumber mata air yang baik dan menjadi suplai air bagi desa-desa bawah. Dengan penanaman pohon konservasi seperti beringin, kami berharap keberlangsungan sumber mata air tetap terjaga,” ungkapnya. (K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.