Pendidikan

Hadirkan Praktisi Jurnalis, Siswa SMK Muhammadiyah Kutowinangun Dilatih Ilmu Jurnalistik dan Public Speaking

1106
×

Hadirkan Praktisi Jurnalis, Siswa SMK Muhammadiyah Kutowinangun Dilatih Ilmu Jurnalistik dan Public Speaking

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – SMK Muhammadiyah Kutowinangun terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif, kritis, dan percaya diri. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Public Speaking bertema “Jadi Jurnalis Muda dan Public Speaker Handal: Kreatif, Percaya Diri, dan Melek Digital.”

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Selasa–Kamis (30 September–2 Oktober 2025), di Aula SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Jalan Pemuda No.14, Kutowinangun, Kebumen. Acara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah, Rochmat Aris Susyanto, M.Pd., dan diikuti sekitar 30–50 siswa serta guru.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, jurnalis, hingga praktisi media, di antaranya Syifa Hamama, S.I.Kom., M.Si. (jurnalis dan dosen IAINU Kebumen), M. Tohri (Kebumen24.com), Komper Wardopo (wartawan senior Suarabaru.id), Hantoro Wibowo (Kompas TV).

Dengan konsep 30 persen teori dan 70 persen praktik, pelatihan dikemas menarik dan interaktif. Para peserta tak hanya mendapat ilmu dasar jurnalistik, teknik wawancara, penulisan berita, dan public speaking, tetapi juga diajak praktik reportase lapangan, menjadi MC, membuat video pendek, hingga strategi storytelling digital.

“Pelatihan ini dirancang untuk melatih keterampilan menulis berita, berbicara di depan publik, sekaligus membekali siswa dengan kemampuan membuat konten kreatif di era digital. Harapannya, siswa mampu tampil percaya diri, berpikir kritis, sekaligus bijak dalam bermedia digital,” ujar Kepala Sekolah, Rochmat Aris Susyanto.

Salah satu sesi yang mencuri perhatian adalah materi public speaking dari Syifa Hamama, S.I.Kom., M.Si., Ketua Jurusan Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAINU Kebumen. Dalam sesi bertajuk “From Nervous to Confident: Public Speaking dan MC untuk Pemula,” Syifa menegaskan bahwa public speaking bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari siapa saja.

Menurutnya, ada tiga penyebab utama seseorang gugup saat berbicara di depan umum, yaitu takut dinilai, mindset yang keliru, dan kurangnya persiapan. Solusinya sederhana: siapkan materi, kenali audiens, serta latih mental dan rasa percaya diri.

Syifa juga memperkenalkan metode HAPI untuk membuka presentasi: Hook (menggugah audiens), Anda Siapa (perkenalan diri), Paparkan Tujuan, dan Iming Manfaat. Untuk penutup, ia menawarkan rumus KKS: Kesimpulan, Kutipan, Sekian.

“Public speaking bukan soal tampil tanpa gugup, tapi berani tampil meski masih gugup,” tegas Syifa.

Dengan pembawaan santai namun penuh manfaat, Syifa berharap semakin banyak generasi muda berani tampil percaya diri di depan publik.

Selain pelatihan, SMK Muhammadiyah Kutowinangun juga dikenal memiliki lima jurusan keahlian unggulan TBSM, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Ototronik, TAV, dan TKR yang telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan nasional, sehingga lulusannya memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.(K24/*).

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.