ARTIKELPendidikanSri Umi LatifahUPB KEBUMEN

Tantangan dan Kendala Pengelolaan Keuangan UMKM

5979
×

Tantangan dan Kendala Pengelolaan Keuangan UMKM

Sebarkan artikel ini
Foto : Sri Umi Latifah Mahasiswa S1 Program Studi Manajemen Universitas Putra Bangsa Kebumen

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Pengelolaan Keuangan merupakan kunci utama kegiatan operasional suatu UMKM. Pengelolaan keuangan bukan hanya sekedar catatan akuntansi keuangan melainkan bagian terpenting dalam proses perencanaan, pengelolaan dalam kegiatan bisnis.

Dalam pelaksanaannya, pengelolaan keuangan merupakan aktivitas yang muncul dalam rangka menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. Dengan demikian akan lebih baik jika UMKM mencatat laporan keuangan lebih lengkap, sehingga akan lebih mudah bagi pelaku UMKM dalam mengelola keuangan perusahaan serta  membantu untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan efektif.

Menurut Husnan (1995:5), tujuan utama pengelolaan keuangan adalah memaksimumkan nilai usaha dan memaksimumkan laba. Pengelolaan kondisi keuangan yang buruk, mengharuskan manajemen untuk segera membenahi manajemen keuangan.

Usaha mengatasi situasi tersebut akan mengarah kepada pengawasan keuangan, (arus kas masuk maupun keluar) dengan penataan yang baik atas manajemen keuangan.

Sebagian besar pelaku UMKM di Kebumen menjalankan kegiatan bisnisnya tanpa adanya sistem pencatatan keuangan yang rinci, banyak dari mereka yang merasa kesulitan dalam menerapkan sistem manajemen keuangan dalam usaha mereka sehingga mereka hanya melakukan pencatatan keuangan seadanya.

Kurangnya pengetahuan mengenai manajemen keuangan yang tentunya dapat menjadi hambatan bagi pemilik UMKM dalam mengelola perkembangan usahanya.

Kebumen merupakan salah satu contoh kabupaten di Indonesia yang memiliki jumlah UMKM yang cukup tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kebumen Tahun 2023, tahun 2018 jumlah sebanyak 56,399 unit usaha.

Pada tahun 2019 menjadi 56,402 unit usaha dan tahun 2020 meningkat menjadi 56,408 unit usaha. Namun tahun 2021 tidak mengalami peningkatan dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak tahun 2020.

Hal ini merupakan awal yang menghambat pertumbuhan perekonomian dan berpengaruh terhadap pertumbuhan UMKM. Pada tahun 2022 jumlah UMKM kembali meningkat menjadi 56,430 unit usaha, hal itu dikarenakan adanya pemulihan ekonomi pada tahun 2022.

Pemasalahan yang dihadapi

Dalam usahanya UMKM banyak yang belum menerapkan sistem manajemen keuangan apapun, baik itu pencatatan maupun pengelolaan keuangan. Bagi pemilik masih merasa kesulitan untuk membuat pencatatan keuangan secara terperinci dan berkelanjutan. Hal itu disebabkan karena terbatasnya kemampuan yang dimiliki sehingga tidak terkelolanya tata keuangan keuangan yang yang baik.

Tidak tertibnya tata kelola keuangan yang dilakukan oleh pemilik membuat pemilik dengan baik mengakibatkan tidak dapat diketahuinya besar kecilnya laba rugi yang dialami.

Pemecahan Masalah

Pengelolaan keuangan merupakan faktor penting dalam menjalankan bisnis dikarenakan memiliki pengaruh dalam aktivitas keuangan. Salah satu usaha dalam mengelola keuangan yang baik adalah dengan membuat laporan keuangan sesuai prinsip keuangan yang berlaku secara umum (PABU) .

Dengan adanya laporan keuangan dan manajemen kas yang baik diharapkan perusahaan dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan tentunya menjadi dasar dalam pengambilan keputusan untuk menentukan langkah-langkah yang dapat menjadi tahap pengembangan usahanya menjadi lebih baik, maju, dan sehat.

UMKM belum menerapkan sistem pencatatan laporan keuangan dengan baik sehingga untuk mengetahui jumlah keluar masuknya kas  tidak hanya sebatas perkiraan yang dilakukan oleh pemilik.

Pemisahan antara aset pribadi dan perusahaan harus dilakukan, keterbatasan sumber daya yang ada segera dipenuhi, serta ketrampilan tata kelola keuangan harus dimiliki oleh pemilik UMKM agar pengelolaan keuangan berjalan dengan baik.

Solusi lain agar pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik, maka sebaiknya pemilik UMKM melakukan rekruitmen karyawan khususnya dalam bidang keuangan, mengumpulkan semua data keuangan dan data pendukung yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan, melakukan pencatatan semua transaksi yang terjadi setiap harinya, yang berkaitan dengan kegiatan keuangan perusahaan baik pembelian maupun pendapatan.

Selain itu, juga harus membuat laporan rutin setiap satu bulan satu kali, dengan tujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam waktu satu bulan, sehingga kebijakan yang akan diakukan tepat, membuat rencana arus kas setiap bulannya guna mempermudah tercapainya pengelolaan keuangan yang baik dan memisahkan aset pribadi dengan aset perusahaan.

Artikel ditulis : Sri Umi Latifah Mahasiswa S1 Program Studi Manajemen Universitas Putra Bangsa Kebumen

Dosen Pembimbing: Aris Susetyo., SE., MM., Ak., CA


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.