SEJARAH

Sejarah Desa Podourip Petanahan Kebumen: Dari Hutan hingga Desa yang Hidup Bersumber Air Banyu Urip

4414
×

Sejarah Desa Podourip Petanahan Kebumen: Dari Hutan hingga Desa yang Hidup Bersumber Air Banyu Urip

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Podourip, yang kini berada di Kecamatan Petanahan, menyimpan sejarah panjang yang berakar dari keberanian seorang tokoh sakti dan bijaksana. Dahulu, wilayah ini masih berupa hutan lebat. Tokoh tersebut kemudian melakukan babat alas dan menetap, hingga generasi berikutnya melanjutkan kehidupan di daerah yang sekarang dikenal sebagai Desa Podourip.

Sejarah desa ini juga terkait dengan Perang Diponegoro. Konon, sekelompok pasukan Pangeran Diponegoro singgah di wilayah sekitar yang kini menjadi Desa Kritig, Dukuh Delak. Dalam perjalanan, mereka kehausan. Tiba-tiba, seekor burung kuntul terbang ke arah barat, menuju sebuah lubang bekas akar pohon jati yang penuh air. Para prajurit mengikuti jejak burung itu dan menemukan sumber air yang cukup untuk diminum bersama kuda mereka. Karena mampu memberi kehidupan (banyu urip) bagi banyak prajurit, sumber air ini menjadi penanda penting hingga wilayah itu dinamai Desa Podourip.

Setelah penamaan tersebut, pemerintahan desa dijalankan oleh para demang, di antaranya:

  1. Wiro Wedono
  2. R. Dipoyudo
  3. R. Wiro Angun Angun
  4. Marto Yudho

Seiring waktu, sistem pemerintahan berganti menjadi Lurah (Glondong) mulai tahun 1830:

  • Haji Wongso Dipo (1830–1889)
  • R. Mangkurejo (1890–1923)
  • Ibrahim Darmorejo (1924–1947)
  • Sudarsono (1948–1952)
  • PJ. Congkog Abu Mansur (1953–1954)
  • R. Supir Podorejo (1954–1967)
  • Saleh Kramawintanom (1967–1989)

Kemudian, jabatan Lurah beralih menjadi Kepala Desa, yakni:

  • Samingun (1989–1999)
  • Tirun Sudi Harsono (1999–2007)
  • Sartimin (2007–2013)
  • Sarikun (2013–2019)
  • Siswati (2019–sekarang)

Desa Podourip kini tidak hanya dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sejarah, tetapi juga memiliki sumber daya alam yang mendukung kehidupan masyarakat setempat. Kisah Banyu Urip menjadi simbol keberlanjutan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat desa.

Sumber: podourip.kec-petanahan.kebumenkab.go.id


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.