Olah Raga

Ukir Sejarah Runner-Up Liga 4 Jateng, Presiden Persak Kebumen Gelontorkan Bonus Rp70 Juta

1028
×

Ukir Sejarah Runner-Up Liga 4 Jateng, Presiden Persak Kebumen Gelontorkan Bonus Rp70 Juta

Sebarkan artikel ini

JKEBUMEN, Kebumen24.com – Usai laga dramatis final Liga 4 Jawa Tengah musim 2025–2026 di Semarang, Tim Persatuan Sepak Bola Kebumen atau Persak Kebumen pulang dengan kepala tegak. Meski harus puas sebagai runner-up, Laskar Joko Sangkrip itu justru disambut bak juara oleh ratusan suporter dan pendukung setianya di Pendopo Kebumian, Selasa (17/2/2026).

Atmosfer haru dan bangga menyelimuti penyambutan tim kebanggaan warga Kebumen itu. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kebumen R. Agung Pambudi, S.IP., M.Si., Ketua KONI Kebumen H. Zubair Syamsu, S.Sos, Presiden Klub H. M. Tursino (Mas Seno), Manajer Arif Budiman, jajaran ofisial, serta ratusan suporter.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian bersejarah ini, Presiden Klub Persak, H. M. Tursino atau Mas Seno, menyerahkan bonus sebesar Rp7

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

0 juta kepada tim.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa lolos ke final. Ini sejarah bagi Persak. Tahun 2021 kita hanya peringkat ketiga dan di nasional terhenti di 32 besar. Sekarang kita naik level,” ujar Mas Seno.

Ia menegaskan, sejak awal manajemen memang tidak memasang target juara. Fokus utama adalah promosi ke Liga 3 Nusantara.

“Kita memang tidak menargetkan juara. Target utama adalah lolos ke Liga 3. Perjalanan kita bertahap, dari regional provinsi ke nasional. Insyaallah target kita tetap ke Liga 3,” tegasnya.

Dengan menembus partai final Liga 4 Jawa Tengah, peluang Persak untuk promosi ke Liga 3 Nusantara pun terbuka sangat lebar.

Meski sukses mencetak sejarah, manajemen memastikan evaluasi menyeluruh tetap dilakukan. Mas Seno mengakui masih ada ketimpangan kualitas antara pemain inti dan cadangan.

“Gap antara pemain utama dan cadangan masih cukup tinggi. Itu yang membuat permainan kadang naik-turun. Nanti tim pelatih dan seluruh pemain tetap kita evaluasi untuk menghadapi nasional,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan tidak ingin melakukan perombakan besar-besaran.

“Kita tidak ingin bongkar pasang besar-besaran. Kalau sudah jodoh, kita lanjutkan bersama ke nasional. Semoga ini menjadi rezeki dan bisa mengangkat nama Kebumen,” tambahnya.

Pelatih kepala Persak, Gatot Barnowo, menegaskan keputusannya menangani Persak bukan semata urusan profesional, melainkan panggilan hati.

“Pertama karena hati. Kedua, hubungan emosional kami sangat baik. Ini amanah dari manajemen yang harus saya tepati,” ujarnya.

Ia bahkan mengaku menikmati status Persak sebagai tim yang kerap diremehkan.

“Kabupaten ini sering disepelekan. Tapi saya malah senang jadi tim underdog. Sekarang semua bisa lihat, Kebumen punya mental kuat. Kami tidak sekadar partisipasi,” tegasnya.

Gatot juga membuka ruang evaluasi, termasuk terhadap dirinya sendiri.

“Dalam tim profesional wajar ada evaluasi, penambahan, bahkan pengurangan pemain. Termasuk pelatih, saya siap dievaluasi. Kalau masih diberi amanah, saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Manajer Persak, Arif Budiman, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif yang penuh drama namun patut disyukuri.

“Sejak awal kami sudah menyampaikan target naik kasta. Sekarang kami sudah mengunci tiket final. Kalau mengacu regulasi musim lalu, empat tim dari Jawa Tengah berhak promosi. Peluang kita sangat terbuka,” ujarnya.

Liga 4 Nasional dijadwalkan mulai bergulir April mendatang. Manajemen pun telah menyiapkan roadmap matang untuk menghadapi level lebih tinggi.

Persak juga sempat berkeinginan menjadi tuan rumah nasional. Namun stadion kebanggaan Kebumen masih dalam tahap renovasi bertahap.

“Kita ingin sekali jadi tuan rumah. Tapi stadion masih renovasi, jadi harus realistis,” jelas Arif.

Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kebumen atas komitmennya membangun infrastruktur olahraga, termasuk rencana sports center terpadu hingga 2027.

Partai final Liga 4 Jawa Tengah musim ini menghadirkan duel epik antara Persak Kebumen dan Persibangga Purbalingga yang disaksikan 7.838 penonton.

Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Gol pertama lahir pada menit ke-49 lewat sepakan keras Andre Aditya yang membawa Persibangga unggul. Namun Persak merespons cepat melalui gol Ridwan Adimas di menit ke-65.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai. Tanpa perpanjangan waktu, laga langsung ditentukan lewat adu penalti.

Drama luar biasa terjadi. Seluruh penendang, termasuk kiper, sukses mengeksekusi hingga skor imbang 11-11. Pada putaran berikutnya, satu eksekutor Persak gagal, sementara Persibangga memastikan kemenangan dengan skor akhir 12-11.

Meski gagal mengangkat trofi, Persak Kebumen membuktikan diri sebagai kekuatan baru sepak bola Jawa Tengah. Dari tim yang kerap dipandang sebelah mata, kini mereka berdiri sejajar di panggung final membawa harapan baru menuju Liga 3 Nusantara.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.